Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Alasan Trading Gold dan Forex Layak Masuk Diversifikasi Aset

Alasan Trading Gold dan Forex Layak Masuk Diversifikasi Aset
Sesi “Opportunity in Any Global Condition: Currency, Gold, and Indices Markets” persembahan MIFX di Fortune Indonesia Investment Forum 2026, Sabtu (29/8/2026) (Dok. Herka Yanis)
  • Trading forex, emas, dan indeks diposisikan sebagai pelengkap diversifikasi karena memungkinkan peluang saat harga naik maupun turun, berbeda dari saham yang umumnya mengandalkan kenaikan harga.
  • Sebelum membuka posisi, trader perlu menetapkan volume atau lot, stop loss, dan take profit sesuai rencana; leverage juga harus dipertimbangkan karena dapat memperbesar risiko dan tekanan psikologis.
  • MIFX menekankan trading lebih cocok untuk jangka pendek dan membutuhkan pemahaman pasar, toleransi risiko, serta disiplin; pemula diingatkan menghindari janji keuntungan pasti di media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Ketika harga emas terus mencetak rekor dan rupiah bergerak fluktuatif menghadapi dinamika global, banyak investor mulai bertanya apakah cukup hanya mengandalkan saham, reksa dana, atau emas fisik sebagai portofolio? 

Sesi talkshow bertajuk "Opportunity in Any Global Condition: Currency, Gold, and Indices Markets" yang dipersembahkan MIFX dalam Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Four Seasons Hotel, Jakarta, mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan mengupas mengapa trading currency, gold, dan indeks bisa menjadi pelengkap strategi diversifikasi aset yang belum banyak dipahami masyarakat.

Dipandu Editor-in-Chief Fortune Indonesia, Hendra Soeprajitno, sesi ini menghadirkan I Ketut Budiasa, President Director MIFX, dan Nadia Amalia, Operations Director MIFX. Keduanya menekankan bahwa pergerakan forex, emas, dan indeks global sebenarnya sudah sangat dekat dengan keseharian masyarakat. Hanya saja, instrumen untuk memanfaatkannya masih asing bagi kebanyakan orang.

Berbeda dengan saham yang mengharuskan investor membeli lebih dulu dan menunggu harga naik, trading forex, gold, dan indeks memungkinkan posisi long maupun short secara bersamaan. "Ada choice opportunity yang baik harganya bergerak naik maupun bergerak turun, opportunity-nya tetap ada," ujar Ketut menjelaskan keunggulan utama instrumen ini.

Ia menambahkan bahwa forex adalah pasar terbesar dan paling likuid di dunia dibanding instrumen investasi lain sehingga memungkinkan investor bertransaksi kapan saja. Nadia menegaskan hal senada terkait mekanisme kontrak yang diperdagangkan. "Ketika harga naik kita bisa buy, dan ketika harga turun kita bisa sell, karena yang kita perjualbelikan itu kontraknya," katanya.

Fenomena euforia emas fisik yang belakangan ramai diburu masyarakat pun disinggung. Menurut Ketut, versi derivatif dari emas menawarkan likuiditas dan transparansi harga yang lebih baik dibanding membeli emas batangan secara fisik, karena harga dapat dipantau langsung di platform kapan pun investor ingin masuk atau keluar posisi.

  1. Pastikan hal ini sebelum trading

    142A6923 copy.jpg
    Sesi “Opportunity in Any Global Condition: Currency, Gold, and Indices Markets” persembahan MIFX di Fortune Indonesia Investment Forum 2026, Sabtu (29/8/2026), di Four Seasons Hotel Jakarta. (Dok. Herka Yanis))

    Nadia menjelaskan bahwa sebelum mengambil posisi, trader perlu memastikan tiga hal utama, yakni volume atau lot untuk menentukan besaran modal yang dibutuhkan untuk bertransaksi. Kemudian stop loss (SL), yakni batas kerugian yang siap ditanggung jika prediksi meleset, dan terakhir ialah take profit (TP), target keuntungan yang ingin dicapai ketika posisi sesuai harapan. "Tiga hal itu yang harus kita benar-benar pastikan sesuai dengan trading plan kita masing-masing," tutur Nadia. 

    Faktor leverage turut menjadi pertimbangan penting karena dapat memperbesar peluang sekaligus risiko. "Mau leverage kecil atau besar, profitnya sama, kerugiannya sama. Cuma yang beda itu mental," jelasnya, mengingatkan bahwa leverage besar kerap membuat trader terburu-buru mengambil posisi berlebihan.

    Ketut menegaskan bahwa kunci sukses trading bukan sekadar menebak arah pasar, melainkan juga pemahaman dan disiplin terhadap trading plan. "Pastikan Anda memiliki knowledge, pastikan Anda sudah mengukur risk tolerance sendiri, baru kemudian terjun," ujarnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa trading forex, gold, dan indeks bukan instrumen investasi jangka panjang, melainkan lebih cocok untuk jangka pendek, mulai dari hitungan menit hingga harian.

    Sebelum mengambil posisi, Nadia menyarankan trader menjawab tiga pertanyaan, yakni apakah anda memahami faktor yang sedang menggerakkan pasar berupa data ekonomi, geopolitik, atau volatilitas sesaat; apakah kondisi pasar saat ini sesuai dengan strategi trading anda; dan apakah risiko yang saya ambil sebanding dengan potensi hasilnya.

    Pada akhir sesi, Ketut mengingatkan bahwa pasar forex global mencatat transaksi harian hingga triliunan dolar AS sehingga peluang selalu terbuka bagi siapa pun yang siap dengan bekal ilmu yang cukup. Namun, ia mewanti-wanti agar investor pemula tidak tergoda janji cuan instan yang marak beredar di media sosial. "Hati-hati dengan offer promising atau janji keuntungan pasti," pungkasnya, menutup diskusi. (WEB)

    Disclaimer: Artikel ini bukan merupakan rekomendasi investasi. Informasi yang disajikan bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Keputusan dan risiko investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Latest in Finance

See More