Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BI Tekankan 3 Kebijakan Moneter di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

BI Tekankan 3 Kebijakan Moneter di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung saat menghadiri G20/Dok Bank Indonesia
  • Bank Indonesia menekankan stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan sebagai fondasi investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan usaha di tengah ketidakpastian global.
  • Dalam forum G20, BI menyoroti tiga fokus: menjaga ekspektasi inflasi, mengadaptasi kerangka moneter terhadap integrasi keuangan dan digitalisasi, serta memperkuat komunikasi kebijakan.
  • G20 menilai ekonomi global tetap resilien, namun mewaspadai risiko geopolitik, perdagangan, energi, inflasi, utang, dan pasar keuangan; forum mendorong sinergi kebijakan serta investasi AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNEBank Indonesia (BI) menyatakan stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan menjadi fondasi penting mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat pertumbuhan dunia usaha di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut dikemukakan Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/G20 FMCBG) yang berlangsung 31 Agustus–1 September 2026 di Amerika Serikat.

Selain anggota G20, pertemuan tersebut dihadiri Belanda, Polandia, Singapura, Qatar, Swiss, dan Uni Emirat Arab, serta sejumlah organisasi internasional.

Perempuan yang biasa dipanggil Fili ini menyatakan, Bank Indonesia menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global.

Pertama, menjaga ekspektasi inflasi melalui asesmen yang komprehensif dan forward-looking.

Kedua, memastikan kerangka kebijakan moneter terus beradaptasi dengan makin kuatnya integrasi keuangan global dan pesatnya digitalisasi.

“Kondisi ini semakin memperkuat pentingnya bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar, makroprudensial, dan sistem pembayaran,” kata Fili melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (3/9).

Sedangkan untuk fokus ketiga, lanjut Fili, bank sentral terus memperkuat komunikasi kebijakan yang jelas, konsisten, dan kredibel demi menjaga ekspektasi pelaku ekonomi dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Di sisi lain, G20 memandang perekonomian global tetap resilien dengan dukungan kebijakan yang menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan. Sejumlah risiko memang masih perlu diwaspadai, terutama ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan dan pasokan energi, tekanan inflasi, tingginya utang, serta volatilitas pasar keuangan.

Untuk itu, G20 mendorong sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang terkalibrasi, reformasi struktural, peningkatan investasi dan inovasi, serta penguatan dan diversifikasi rantai pasok untuk mendorong pertumbuhan potensial.

Tak hanya itu, investasi pada kecerdasan artifisial (AI) juga menjadi perhatian G20 karena berpotensi meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Fili menyebut pemanfaatan AI perlu didukung dengan penguatan ketahanan sistem keuangan dan keamanan siber.

Selain itu, G20 juga mendorong penguatan kerja sama pada sejumlah area strategis, termasuk ketidakseimbangan global, literasi keuangan, penanganan penipuan transaksi keuangan (fraud dan scam), isu utang, serta kolaborasi dengan sektor swasta demi mendukung pertumbuhan global yang lebih kuat dan berkelanjutan.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Finance

    See More