Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

DPK Terkontraksi 10,65 Persen, Bank Jatim Cetak Laba Rp802 Miliar

DPK Terkontraksi 10,65 Persen, Bank Jatim Cetak Laba Rp802 Miliar
Perkuat Sinergi Antar KUB, Kinerja Konsolidasi Bank Jatim Tumbuh Positif pada Semester I 2026 (dok. Bank Jatim)
  • Bank Jatim mencatat laba bersih Rp802 miliar pada Juli 2026, tumbuh 1,76% secara tahunan di tengah tantangan ekonomi domestik dan global.
  • Dana pihak ketiga turun 10,65% menjadi Rp72,97 triliun, dipicu penurunan deposito 16,04%, giro 14,94%, dan tabungan 1,94%.
  • Bank Jatim mengoptimalkan dana murah melalui digitalisasi, menjaga kualitas aset, serta memperkuat sinergi KUB; aset mencapai Rp98 triliun dan kredit Rp66,4 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba bersih Rp802 miliar per Juli 2026, alias tumbuh tipis 1,76 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini berkonteks ketatnya likuiditas industri perbankan daerah akibat penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang menekan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan.

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, total DPK Bank Jatim mengalami penurunan 10,65 persen (YoY) menjadi Rp72,97 triliun. Penurunan terdalam dialami oleh instrumen deposito berjangka yang anjlok 16,04 persen menjadi Rp26,38 triliun, disusul simpanan giro yang tergerus 14,94 persen menjadi Rp17,54 triliun.

Sementara itu, dana tabungan terekam relatif stabil meski terkoreksi tipis 1,94 persen menjadi Rp29,05 triliun.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan penurunan TKD dari pemerintah menjadi pemicu utama ketatnya likuiditas pada perbankan daerah. Situasi ini mendorong perseroan melakukan penataan ulang strategi bisnis secara aktif.

“Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp802 miliar,” kata Winardi dalam Public Expose Live, Rabu (9/9).

Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim, RM Wahyukusumo Wisnubroto, menyatakan likuiditas bank daerah sangat bergantung pada pengelolaan kas pemerintah daerah (Pemda). Saat ini, porsi TKD yang dikelola oleh Bank Jatim berada pada level 19,35 persen.

Guna memitigasi dampak keterbatasan TKD, perseroan mengalihkan fokus pada optimalisasi penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account/CASA) dari masyarakat umum melalui penguatan infrastruktur digital.

“Kami fokus pada optimalisasi pengelolaan likuiditas melalui penetrasi pengelolaan dana murah masyarakat,” ujar Wahyu.

Memasuki semester II-2026, Bank Jatim berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekspansi dan kualitas aset. Strategi pertumbuhan juga diperkuat melalui sinergi bersama anggota Kelompok Usaha Bank (KUB).

Hingga Juli 2026, total aset Bank Jatim telah menembus Rp98 triliun, sementara realisasi penyaluran kredit secara kumulatif mencapai Rp66,4 triliun.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Finance

    See More