Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Kapan Harus Buy, Hold, atau Sell? Begini Cara Menentukannya

Kapan Harus Buy, Hold, atau Sell? Begini Cara Menentukannya
ilustrasi saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

  • Keputusan buy, hold, atau sell saham perlu disesuaikan dengan analisis fundamental dan teknikal, kondisi pasar, tujuan investasi, strategi, serta profil risiko.

  • Buy dapat dipertimbangkan saat fundamental kuat, prospek jangka panjang baik, valuasi wajar, dan harga dekat support. Hold dilakukan bila fundamental solid serta target belum tercapai.

  • Sell dapat dilakukan ketika fundamental memburuk, target keuntungan atau batas kerugian tercapai, maupun ekonomi menekan saham.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pergerakan harga saham yang dinamis kerap menyulitkan investor dalam menentukan waktu transaksi. Padahal, keputusan yang kurang tepat dapat memengaruhi potensi keuntungan sekaligus meningkatkan risiko kerugian.

Untuk menentukan kapan harus buy, hold, atau sell, investor perlu mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan dan tujuan investasi agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

Lantas, kapan harus buy, hold, atau sell saham? Simak sejumlah indikator yang perlu diperhatikan berikut ini.

  1. Kapan harus buy, hold, atau sell?

    Waktu yang tepat untuk buy, hold, atau sell saham dapat ditentukan berdasarkan hasil analisis fundamental dan teknikal, kondisi pasar, serta tujuan investasi. Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua investor karena keputusan tersebut juga bergantung pada strategi dan profil risiko masing-masing.

    Dalam investasi saham, buy berarti keputusan membeli saham, sedangkan hold adalah mempertahankan saham yang sudah dimiliki. Sementara itu, sell merupakan keputusan menjual saham dari portofolio.

  2. Kapan investor harus buy saham?

    Pembelian saham (buy) tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa indikator buy saham yang perlu dipertimbangkan oleh investor. Berikut beberapa indikatornya.

    • Fundamental perusahaan kuat

    Pembelian saham potensial sangat ditentukan oleh fundamentalnya. Kinerja keuangan yang sehat ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba stabil, utang terkendali, dan mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten.

    • Punya prospek jangka panjang

    Sebelum mengambil keputusan, pastikan potensi pertumbuhan perusahaan. Umumnya, perusahaan dengan peluang pertumbuhan baik mampu meningkatkan kinerja jangka panjang.

    • Valuasi harga wajar

    Investor perlu memastikan valuasi harga wajar dengan membandingkan rasio valuasi, seperti Price to Earnings Ratio atau Price to Book Value. Pendekatan value investing bisa mengurangi risiko harga mahal (overvalued).

    • Berada di level support

    Dalam analisis teknikal, support adalah area harga yang berpotensi menahan penurunan karena tingginya minat beli. Membeli saham di dekat level ini berpeluang kenaikan sekaligus membatasi risiko kerugian.

  3. Kapan investor sebaiknya hold saham?

    Tidak semua kondisi menuntut investor menjual saham. Dalam beberapa kasus, menahan (hold) saham justru berpotensi memberikan hasil optimal.

    Lalu, kapan harus hold saham? Jangka waktu hold saham tidak memiliki aturan yang pasti karena bergantung pada tujuan dan strategi investasi. Namun, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan.

    • Fundamental perusahaan tetap kuat

    Saham dapat dipertahankan selama kinerja fundamental perusahaan masih solid. Indikatornya antara lain pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, arus kas positif, serta tingkat utang yang terkendali.

    • Harga belum mencapai target

    Investor dapat melakukan hold jika harga saham belum menyentuh target keuntungan (take profit) atau batas kerugian (cut loss). Keputusan ini perlu mengikuti rencana investasi yang telah ditetapkan sejak awal.

    • Penurunan harga bersifat sementara

    Koreksi harga akibat sentimen jangka pendek tidak selalu mencerminkan penurunan kinerja perusahaan. Jika fundamental tetap kuat, investor dapat mempertahankan saham hingga harga kembali stabil.

    • Sesuai dengan tujuan investasi jangka panjang

    Saham juga dapat dipertahankan jika masih sejalan dengan tujuan investasi jangka panjang. Strategi ini memberi waktu bagi perusahaan untuk berkembang dan harga saham bergerak mendekati nilai wajarnya.

  4. Kapan investor perlu sell saham?

    Keputusan menjual (sell) saham bergantung pada strategi yang matang, baik secara fundamental maupun teknikal. Berikut beberapa indikator yang bisa didjadikan petunjuk dalam menjual aset.

    • Fundamental perusahaan memburuk

    Salah satu indikator kuat bahwa investor perlu menjual saham adalah ketika fundamental perusahaan terus menurun. Kondisi itu ditandai dari laba yang terus menurun, arus kas melemah, utang meningkat, dan tata kelola tidak efektif. 

    • Mencapai target

    Investor dapat menjual aset ketika harganya telah menyentuh target keuntungan yang telah ditetapkan sejak awal membeli. Langkah ini untuk menghindari risiko pembalikan harga.

    • Melewati batas risiko

    Investor bisa menjual saham ketika harganya turun hingga melewati batas kerugian yang telah ditetapkan. Disiplin menerapkan cut loss membantu mencegah kerugian yang lebih besar.

    • Kondisi ekonomi tidak mendukung

    Kenaikan suku bunga, lonjakan inflasi, atau ancaman resesi dapat menekan kinerja saham. Karena itu, investor dapat mempertimbangkan penjualan dan mengalihkan dana ke aset yang lebih defensif.

  5. Kesalahan saat menentukan buy, hold, atau sell

    Investor dapat mengalami kerugian apabila keliru menentukan waktu transaksi. Oleh karena itu, kenali beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat mengambil keputusan di pasar modal berikut ini.

    • Mengambil keputusan berdasarkan emosi

    Rasa takut saat harga turun atau euforia ketika harga naik dapat memicu keputusan impulsif. Akibatnya, investor berisiko membeli saham di harga tinggi atau menjualnya ketika pasar sedang terkoreksi.

    • Mengabaikan analisis fundamental

    Keputusan buy, hold, atau sell tidak sebaiknya hanya mengandalkan pergerakan harga. Investor juga perlu menilai kinerja keuangan, prospek bisnis, dan kondisi industri agar keputusan tidak spekulatif.

    • Enggan menerima kerugian

    Sebagian investor tetap mempertahankan saham meskipun fundamental perusahaan telah memburuk. Jika alasan awal membeli saham sudah tidak relevan, menjualnya dapat mencegah kerugian yang lebih besar.

    • Menjual saham terlalu cepat

    Jual saham hanya karena kenaikan atau penurunan harga jangka pendek dapat mengurangi potensi keuntungan. Selama fundamental dan prospek perusahaan tetap kuat, investor perlu mempertimbangkan rencana investasi sebelum melepas saham.

    Jadi, menentukan kapan harus buy, hold, atau sell ditentukan pada valuasi aset, fundamental aset, serta tujuan keuangan. Analisis mendalam diperlukan untuk menentukan waktu yang tepat dalam berinvestasi.

    FAQ seputar kapan harus buy, hold, atau sell

    Kapan saham harus dibeli dan dijual?

    Waktu yang tepat untuk membeli saham adalah saat harga berada di area support atau di awal tren naik. Sebaliknya, waktu terbaik untuk menjual adalah ketika harga menyentuh area resistance atau tren pasar mulai melemah.

    Berapa lama harus hold saham?

    Tidak ada aturan pasti mengenai durasi hold saham. Semuanya tergantung pada tujuan, strategi, dan gaya investasi pribadi.

    Apa saja indikator buy, hold, atau sell?

    Keputusan investasi tersebut biasanya didasarkan pada kombinasi analisis teknikal, analisis fundamental, dan sentimen pasar.

Share Article

Latest in Finance

See More