Modal Inti BRI Tembus US$17,9 miliar, Fokus Pacu Kredit dan Sokong UMKM

BRI menempati peringkat ke-132 dunia versi The Banker 2026 dengan modal inti US$17,9 miliar dan total aset US$127,2 miliar pada akhir 2025.
Pada 2025, BRI mencatat laba sebelum pajak US$4,3 miliar dengan rasio kecukupan modal 14,1 persen.
Fokus utama BRI tetap pada pembiayaan UMKM yang mencapai Rp1.211 triliun atau 77,5 persen dari total kredit.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencapai peringkat ke-132 secara global dalam daftar Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan oleh The Banker. Salah satu metriknya adalah dukungan perolehan modal inti (tier 1 capital) sebesar US$17,9 miliar dan total aset yang mencapai US$127,2 miliar pada akhir 2025.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa posisi perseroan tersebut mencerminkan kemampuan dalam menjaga fundamental keuangan dan kekuatan permodalan di tengah dinamika perekonomian global.
“Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (22/7).
Dari sisi profitabilitas, BRI membukukan laba sebelum pajak US$4,3 miliar pada 2025. Kinerja tersebut didukung oleh Capital Assets Ratio sebesar 14,1 persen, Return on Capital 18,9 persen, serta Return on Assets 2,68 persen.
Memasuki periode 2026, fungsi intermediasi perseroan terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga pengujung Maret 2026, total penyaluran kredit dan pembiayaan BRI meluas 13,7 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp1.562 triliun.
Segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi pendorong utama dengan nilai ekspansi Rp1.211 triliun, atau menguasai 77,5 persen dari total portofolio kredit BRI. Meskipun ekspansi berjalan agresif, kualitas aset tetap terkendali dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) nett mencapai 1,01 persen.
Kinerja kokoh ini tidak lepas dari konsistensinya menjalankan program transformasi bertajuk BRIvolution Reignite, yang mengedepankan semangat perubahan berbasis pada kekuatan fondasi yang telah dimiliki.
Ke depan, BRI menegaskan komitmennya memperkuat peran sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan.
Langkah ini dilakukan melalui penguatan ekosistem UMKM secara end-to-end, mencakup penyediaan akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
“Kami optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Hery.



















