TOBA Catat Pendapatan US$257,3 Juta di Q3-2026, Rugi Bersih Susut 72%

- TOBA membukukan pendapatan US$257,3 juta pada sembilan bulan 2026, turun 11% secara tahunan, sementara rugi bersih menyusut 72% menjadi US$40,05 juta.
- Laba kotor naik 105% menjadi US$45,19 juta dengan margin 18%, sedangkan EBITDA disesuaikan tumbuh 39%, didukung absennya rugi divestasi PLTU seperti pada 2025.
- Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik menyumbang 66% pendapatan serta 71% EBITDA disesuaikan; arus kas operasi berbalik positif US$20,3 juta dan kas mencapai US$89,6 juta.
Jakarta, FORTUNE - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan penurunan pendapatan konsolidasi 11 persen (YoY) menjadi US$257,3 juta pada periode 9 bulan awal 2026.
Kendati demikian, rugi bersih perseroan tercatat menyusut 72 persen (YoY) pada periode tersebut, dari US$127,38 juta pada Januari-September 2025, menjadi US$40,05 juta pada periode serupa di 2026. Laba kotor TOBA pun bertumbuh 105 persen (YoY) menjadi US$45,19 juta, dengan margin yang tumbuh lebih dari 2 kali lipat menjadi 18 persen. EBITDA yang disesuaikan perseroan juga naik 39 persen (YoY).
"Meskipun terdapat berbagai tantangan, kami bangga telah dapat mencatatatkan peningkatan laba kotor, serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih, yang menunjukkan kami mulai menuai imbal hasil finansial dari transisi yang sedang berjalan," kata Direktur dan Chief Financial Officer TBS, Juli Oktarina dalam keterangannya, Jumat (30/10).
Perbaikan profitabilitas TOBA itu diraih karena perseroan tidak lagi mencatatkan rugi dari divestasi bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara yang merupakan beban sewaktu, tidak berulang, dan non-kas, yang dibukukan pada 2025.
Rugi bersih pada periode 9 bulan pertama 2026mencakup beban yang terkait dengan akuisisi yang dilakukan Perseroan terhadap Cora Environment Pte. Ltd., yang sebagian besarnya terdiri dari beban terkait depresiasi dan amortisasi yang merupakan beban non-kas.
Rugi bersih tersebut juga termasuk beban sewaktu terkait refinancing terhadap pinjaman senior dari entitas-entitas bisnis pengelolaan limbah Perseroan, yang dilakukan untuk menurunkan biaya modal serta meningkatkan struktur permodalan Perseroan.
Lebih lanjut, kerugian bersih yang dicatatkan pada periode itu sejalan dengan ekspektasi manajemen TOBA sebagai bagian dari transisi yang sedang berlangsung dari bisnis legacy menuju bisnis infrastruktur berkelanjutannya.
Bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS tetap menjadi kontributor utama bagi pendapatan dan profitabilitas TBS secara keseluruhan. Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik TBS secara kolektif berkontribusi 66 persen kepada pendapatan konsolidasian perseroan dan 71 persen pada EBITDA yang disesuaikan.
Terkait dengan arus kas, Perseroan mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi sebesar US$20,3 juta, membalikkan arus kas dari aktivitas operasi yang negatif pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Perseroan juga mempertahankan profil utang yang sehat, dengan likuiditas yang kuat dan pilihan pendanaan yang beragam untuk mendukung beban operasional dan belanja modal, serta untuk mendanai ekspansi melalui akuisisi anorganik yang potensial. Pada 30 September 2026, saldo kas (termasuk kas yang dibatasi penggunaanya) TBS mencapai US$89,6 juta.





















