Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

PGEO Catat Rekor Produksi, Laba Bersih Tumbuh 21,4%

3 min read
PGEO Catat Rekor Produksi, Laba Bersih Tumbuh 21,4%
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)
  • PGEO membukukan laba bersih US$126 juta pada Januari-September 2026, tumbuh 21,45 persen secara tahunan.

  • Produksi listrik panas bumi mencapai 4.114 GWh, atau 108,22 persen dari target periode berjalan.

  • PGE mengembangkan sejumlah proyek panas bumi dengan target kapasitas terpasang 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)atau PGE membukukan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan sepanjang Januari-September 2026. PGEO tercatat mengantongi laba bersih US$126 juta sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 21,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$104,26 juta yang sebagian terdorong oleh peningkatan produksi listrik panas bumi dan efisiensi operasional.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan PGE juga meningkat 10,46 persen secara tahunan menjadi US$352,20 juta dari sebelumnya US$318,86 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan produksi listrik panas bumi yang kembali mencetak rekor tertinggi, sekaligus mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas melalui pengelolaan operasional yang efektif dan efisien.

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, peningkatan kinerja keuangan ditopang kenaikan produksi, optimalisasi pendapatan, serta disiplin pengelolaan biaya.

“Pertumbuhan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan semakin kuatnya profitabilitas PGE. Kinerja ini didukung oleh peningkatan produksi, optimalisasi pendapatan, serta disiplin pengelolaan biaya yang terus kami jalankan. Fundamental keuangan yang solid menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pengembangan kapasitas panas bumi ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10). 

Dari sisi keuangan, total liabilitas PGE turun menjadi US$955,55 juta. Perusahaan juga memiliki kas dan setara kas sebesar US$713,68 juta untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.

  1. Rekor produksi 

    Dari sisi operasional, PGEO mencatat produksi listrik panas bumi dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri mencapai 4.114 gigawatt hour (GWh) selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 9,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi produksi perusahaan.

    Realisasi produksi tersebut juga mencapai 108,22 persen dari target periode berjalan sebesar 3.801 GWh. 

    Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menyebut pencapaian ini didukung pengelolaan reservoir, pemeliharaan pembangkit, serta optimalisasi produksi.

    “Kami terus mengoptimalkan kinerja setiap aset panas bumi melalui pengelolaan reservoir yang disiplin dan pemeliharaan pembangkit yang terencana. Inilah komitmen operational excellence PGE untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Andi.

    Keandalan pembangkit turut tercermin dari Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 98,51 persen, melampaui target 92,20 persen. Adapun Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat 0,21 persen menunjukkan rendahnya tingkat gangguan paksa pembangkit selama periode pelaporan.

    Di sisi lain, PGE melanjutkan pengembangan proyek panas bumi untuk meningkatkan kapasitas terpasang. Sejumlah proyek yang tengah dikembangkan antara lain Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.

    Perseroan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034. Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbesar kontribusi panas bumi dalam bauran energi nasional.

    Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan, pengembangan proyek panas bumi akan berjalan seiring dengan upaya menjaga keandalan operasional dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More