Pendapatan Cinema XXI Turun, Segmen Iklan Justru Melonjak 207%

- Cinema XXI mencatat pendapatan Rp4,15 triliun pada Januari-September 2026, turun 3,28% secara tahunan, sementara laba bersih merosot 17,37% menjadi Rp367,64 miliar.
- Pendapatan iklan melonjak 207,63% menjadi Rp151,81 miliar, berlawanan dengan penurunan tiket, makanan-minuman, platform digital, serta acara dan pendapatan lainnya.
- Perseroan menahan kenaikan harga tiket demi keterjangkauan dan membuka empat lokasi baru; per 29 Oktober 2026, jaringannya mencapai 271 bioskop dengan 1.402 layar.
Jakarta, FORTUNE - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) mencatatkan pendapatan senilai Rp4,15 triliun pada Januari-September 2026, turun 3,28 persen (YoY) dari Rp4,29 triliun.
Koreksi pendapatan itu terjadi karena turunnya pemasukan dari hampir setiap segmen bisnis perseroan, kecuali pendapatan iklan, yang melonjak 207,63 persen (YoY) dari Rp49,34 miliar menjadi Rp151,81 miliar.
"Kami terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan Cinema XXI dalam jangka panjang," kata Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, dikutip Jumat (30/10).
Di sisi lain, secara detail, pendapatan tiket turun 7,87 persen (YoY) menjadi Rp2,45 triliun dari Rp2,66 triliun. Lalu, segmen makanan dan minuman juga terkoreksi 1 persen (YoY) dari Rp1,45 triliun menjadi Rp1,44 triliun.
Kemudian, pendapatan digital platform tertekan 8,7 persen (YoY) dari Rp104,52 miliar menjadi Rp95,43 miliar. Begitu juga dengan segmen acara dan pendapatan lainnya yang menurun 47,29 persen (YoY) dari Rp21,32 miliar menjadi Rp11,24 miliar.
Selama 9 bulan pertama 2026, penjualan tiket bioskop menyumbangkan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun atau sekitar 59,1 persen dari total pendapatan Perseroan. Sementara itu, bisnis F&B membukukan pendapatan Rp1,4 triliun, setara dengan sekitar 34,7 persen dari total pendapatan.
Selaras dengan koreksi pendapatan, laba bersih CNMA turut menurun 17,37 persen (YoY) dari Rp444,91 miliar menjadi Rp367,64 miliar.
Suryo mengatakan, penting bagi perseroan untuk menjaga keterjangkauan (affordability) di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi ekonomi makro yang turut memengaruhi daya beli masyarakat. Untuk itu, CNMA berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket.
“Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas," ujar Suryo.
Selain itu, CNMA tetap melakukan pengembangan bisnis dan ekspansi yang sangat selektif ke wilayah-wilayah potensial. Sepanjang 2026, perseroan telah membuka 4 lokasi baru dengan total tambahan 14 layar, yakni di Ciplaz Cipanas XXI, 23 Semarang XXI, Grand Mall Maros XXI dan Sorong Modern City XXI.
Dengan demikian, hingga 29 Oktober 2026 total jaringan bioskop Perseroan telah mencapai 271 lokasi dengan 1.402 layar yang tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.
"Melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, dan optimalisasi jaringan bioskop, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pelanggan sekaligus memperluas peluang bisnis Perseroan," kata Suryo.





















