Laba Danamon Naik 19 Persen, Kredit Tembus Rp232,6 Triliun

Bank Danamon membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada Januari-Deptember 2026, tumbuh 19 persen secara tahunan.
Total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp232,6 triliun, sementara dana giro, tabungan, dan deposito mencapai Rp190,5 triliun.
Danamon mencatat kenaikan pendapatan operasional, penurunan biaya kredit, serta perbaikan Loan at Risk menjadi 7,7 persen.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun untuk periode Januari-Deptember 2026, tumbuh 19 persen secara tahunan.
Dari sisi intermediasi, pada periode tersebut Bank Danamon menyalurkan total kredit dan trade finance konsolidasian Rp232,6 triliun, tumbuh 13 persen secara year-on-year. Segmen Enterprise Banking and Financial Institution menjadi penopang utamanya dengan pertumbuhan terpesat yakni 20 persen secara tahunan.
Pertumbuhan laba perseroan turut ditopang juga oleh kinerja SME Banking yang meningkat 9 persen, Consumer Banking yang meningkat sebesar lima persen, serta anak perusahaan yang juga mencatatkan pertumbuhan tujuh persen secara tahunan.
Di sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito sebesar Rp190,5 triliun, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Alhasil, pendapatan operasional turut naik 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp19,0 triliun. Danamon juga mencatatkan penurunan biaya kredit lima persen dengan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) 8,0 persen.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan kinerja profitabilitas tersebut diperoleh di tengah kondisi pasar yang kompetitif dan dinamika ekonomi global dengan strategi berfokus pada pengelolaan risiko dan kualitas aset yang sehat.
Perseroan juga memperkuat jaringan ekosistem grup meliputi Adira Finance, dan Home Credit Indonesia, baik keterkaitannya pada nasabah perorangan hingga mitra usaha.
"Didukung oleh fondasi finansial yang kuat dan penerapan manajemen risiko, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika ekonomi dan pasar serta menjalankan strategi bisnis secara prudent dan terukur," ujar dia dalam keterangan resminya, Jumat (30/10).
Danamon mencatatkan aset sebesar Rp302,45 triliun, meningkat dari Rp281,7 pada akhir Desember 2025. Masih di periode yang sama, Loan at Risk (LAR) tercatat membaik 190 basis poin menjadi 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Danamon juga mempertahankan tingkat pencadangan, tercermin dari rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 282,0 persen.



















