Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

ST017: Jadwal Penawaran, Tenor, Kupon, dan Cara Belinya

4 min read
ST017: Jadwal Penawaran, Tenor, Kupon, dan Cara Belinya
ilustrasi investasi sukuk tabungan (pexels.com/Leeloo The First)
  • ST017 dijadwalkan ditawarkan pada 6 November–2 Desember 2026 dalam tenor dua dan empat tahun.

  • Minimal pemesanan ST017 sebesar Rp1 juta, sedangkan kuponnya belum diumumkan dan akan menggunakan skema floating with floor.

  • ST017 tidak dapat dijual di pasar sekunder, tetapi investor dapat mengajukan early redemption maksimal 50 persen dari kepemilikan sesuai ketentuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Pemerintah menawarkan Sukuk Tabungan seri ST017 mulai 6 November hingga 2 Desember 2026. Instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel ini tersedia dalam dua pilihan tenor, yakni ST017T2 selama dua tahun dan ST017T4 selama empat tahun.

Besaran kupon ST017 belum diumumkan dan dijadwalkan paling lambat sehari sebelum masa penawaran. Mengacu pada seri sebelumnya, ST017 menggunakan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimal (floating with floor) yang disesuaikan perubahan BI-Rate.

  1. Jadwal penawaran ST017

    Berdasarkan informasi Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam pertemuan dengan mitra distribusi pada 23 Oktober 2026, jadwal penerbitan ST017 masih bersifat sementara.

    Berikut tahapan penerbitan yang direncanakan:

    • Penetapan kupon: paling lambat sehari sebelum masa penawaran.
    • Masa penawaran: 6 November–2 Desember 2026.
    • Penetapan hasil penjualan: 7 Desember 2026.
    • Setelmen atau penerbitan: 9 Desember 2026.

    Kupon pertama dijadwalkan dibayarkan pada 10 Januari 2027. Karena tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu, pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya sesuai ketentuan pembayaran.

  2. Tenor dan batas pembelian ST017

    ST017T2 memiliki tenor dua tahun dengan jatuh tempo pada 10 November 2028. Sementara itu, ST017T4 memiliki tenor empat tahun dan jatuh tempo pada 10 November 2030.

    Kedua seri dapat dipesan mulai dari Rp1 juta dan berlaku dalam kelipatan nominal tersebut. Batas maksimal pemesanan ST017T2 mencapai Rp5 miliar, sedangkan ST017T4 sebesar Rp10 miliar.

    ST017 ditujukan bagi investor individu warga negara Indonesia (WNI). Instrumen ini diterbitkan pemerintah menggunakan akad wakalah, dengan aset dasar berupa Barang Milik Negara dan proyek dalam APBN 2026.

    Sebagai produk investasi syariah, Sukuk Tabungan dikelola berdasarkan prinsip syariah. Pokok investasi dan pembayaran imbalannya dijamin negara sesuai ketentuan yang berlaku.

  3. Cara kerja kupon ST017

    ST017 menggunakan skema floating with floor. Artinya, kupon dapat meningkat ketika BI-Rate naik, tetapi tidak akan turun di bawah tingkat minimal yang ditetapkan pemerintah saat penerbitan.

    Penyesuaian kupon dilakukan setiap tiga bulan dengan mengacu pada BI-Rate dan spread tetap yang ditentukan untuk masing-masing seri. Besaran kupon minimal ST017T2 dan ST017T4 baru dapat diketahui setelah pemerintah mengumumkan ketentuan resminya.

    Sebagai pembanding, ST016 yang ditawarkan pada Mei–Juni 2026 memiliki kupon minimal 6,05 persen per tahun untuk tenor dua tahun. Sementara itu, tenor empat tahun menawarkan kupon minimal 6,25 persen per tahun.

    Pembayaran imbalan ST017 dijadwalkan setiap tanggal 10 setiap bulan. Dengan pembayaran berkala tersebut, investor menerima imbal hasil selama masa kepemilikan sesuai tingkat kupon yang berlaku.

  4. ST017 tidak dapat dijual di pasar sekunder

    ST017 merupakan SBN ritel nontradable, sehingga investor tidak dapat memperjualbelikan kepemilikannya di pasar sekunder. Pemerintah menyediakan fasilitas early redemption agar investor dapat mengajukan pencairan sebagian pokok sebelum jatuh tempo.

    Berdasarkan jadwal sementara, periode early redemption ST017T2 berlangsung pada 27 Oktober–3 November 2027. Untuk ST017T4, periode tersebut dijadwalkan pada 27 Oktober–3 November 2028. Jumlah pokok yang dapat dicairkan dibatasi maksimal 50 persen dari total kepemilikan.

  5. Cara membeli ST017

    Pemesanan ST017 dilakukan secara daring melalui mitra distribusi resmi pemerintah. Proses pembelian terdiri dari empat tahap:

    • Registrasi

    Calon investor mendaftar melalui sistem elektronik mitra distribusi dengan melengkapi data diri, nomor Single Investor Identification (SID), rekening dana, dan rekening surat berharga. Mitra distribusi dapat membantu investor yang belum memiliki persyaratan tersebut.

    • Pemesanan

    Setelah registrasi berhasil, investor memilih ST017 dan menentukan nominal pembelian selama masa penawaran, setelah membaca memorandum informasi.

    • Pembayaran

    Setelah pesanan diverifikasi, investor menerima kode pembayaran atau billing code melalui saluran yang disediakan mitra distribusi. Pembayaran dilakukan melalui bank persepsi sesuai batas waktu yang ditentukan.

    • Konfirmasi

    Setelah pembayaran terverifikasi, investor memperoleh konfirmasi transaksi dan alokasi ST017 pada tanggal setelmen.

    ST017 dapat menjadi pilihan bagi investor individu yang mencari instrumen investasi syariah dengan pembayaran imbalan bulanan. Namun, calon investor perlu menunggu pengumuman kupon resmi dan memastikan ketentuan penerbitan final sebelum melakukan pemesanan.

    FAQ seputar ST017

    Kapan masa penawaran ST017?

    ST017 dijadwalkan ditawarkan pada 6 November hingga 2 Desember 2026.

    Berapa minimal pembelian ST017?

    Minimal pemesanan ST017 adalah Rp1 juta dan kelipatannya.

    Berapa kupon ST017?

    Kupon ST017 belum diumumkan dan dijadwalkan ditetapkan paling lambat sehari sebelum masa penawaran.

    Apakah ST017 bisa dijual sebelum jatuh tempo?

    ST017 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi menyediakan fasilitas early redemption sesuai ketentuan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More