Pertumbuhan Kredit Perbankan Salip DPK pada September 2026

Penyaluran kredit perbankan mencapai Rp9.078 triliun pada September 2026, tumbuh 12,7 persen secara tahunan dan melampaui pertumbuhan DPK yang 8,2 persen menjadi Rp9.895 triliun.
Suku bunga kredit rata-rata tertahan pada 8,9 persen, sementara bunga deposito naik pada tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 24 bulan ketimbang bulan sebelumnya.
Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 21 persen, sedangkan DPK didukung giro dan simpanan korporasi; kredit kendaraan bermotor masih terkontraksi 9,7 persen.
Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan melampaui tren penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga September 2026.
Total penyaluran kredit mencapai Rp9.078 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan (YoY), berbanding dengan penghimpunan DPK senilai Rp9.895 triliun yang mencatatkan pertumbuhan 8,2 persen (YoY).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebutkan dinamika penyaluran dana dan pendanaan tersebut membuat suku bunga kredit bertahan pada level yang sama, beriringan dengan peningkatan pada suku bunga simpanan.
“Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada September 2026 sebesar 8,9 persen, relatif stabil dibanding bulan sebelumnya,” kata Ramdan melalui keterangan resmi yang dikutip Senin (26/10).
Pada instrumen simpanan berjangka, suku bunga tenor 1 bulan tercatat naik menjadi 5,3 persen dari posisi 5,1 persen pada bulan sebelumnya. Suku bunga tenor 3 bulan naik menjadi 5,9 persen dari 5,8 persen, dan tenor 24 bulan menjadi 4,4 persen dari posisi 4,2 persen.
Berdasarkan segmen pembiayaan, penyaluran kredit mendapat dorongan dari kredit investasi yang tumbuh 21,0 persen (YoY) dan Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar 12,7 persen (YoY). Portofolio ini terkonsentrasi pada sektor konstruksi; listrik, gas, dan air bersih; serta pertambangan dan penggalian.
Pada segmen ritel, kredit konsumsi tumbuh 4,7 persen (YoY) melalui sokongan kredit kepemilikan rumah (KPR) yang naik 4,3 persen (YoY) dan kredit multiguna 6,5 persen (YoY). Segmen kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi sebesar 9,7 persen (YoY).
Pada sektor UMKM, kredit tumbuh 2,7 persen (YoY), yang bersumber dari ekspansi skala usaha mikro sebesar 3,1 persen (YoY) dan kecil 1,6 persen (YoY).
Pada aspek pendanaan, total DPK mencapai Rp9.895 triliun bersumber dari peningkatan giro sebesar 10,9 persen (YoY) dan simpanan berjangka 5,2 persen (YoY). Instrumen tabungan mencatatkan pertumbuhan 9,0 persen (YoY), berbanding posisi Agustus 2026 yang sebesar 9,5 persen (YoY).
Berdasarkan demografi nasabah, DPK korporasi menyumbang pertumbuhan 11,3 persen (YoY) dan DPK entitas lainnya 18 persen (YoY). DPK perorangan mempertahankan tingkat pertumbuhan pada level 3,6 persen (YoY).


















