Pemerintah Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun, Sasar 28 Juta Keluarga

Presiden Prabowo menargetkan penyaluran kredit rakyat sebesar Rp400 triliun kepada kelompok masyarakat dan wilayah yang menjadi sasaran.
OJK melaporkan kredit Rp53 triliun telah disalurkan kepada 2,1 juta debitur selama Agustus hingga Oktober 2026.
Realisasi KUR mencapai Rp257,84 triliun untuk 4 juta debitur, dengan penyaluran terbesar berada di Jawa Tengah.
Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo menyampaikan target penyaluran kredit rakyat sebesar Rp400 triliun yang diarahkan kepada petani, nelayan, masyarakat pedesaan, penduduk di daerah terpencil dan tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.
Penyaluran kredit tersebut diharapkan dapat menggerakan perekonomian dari daerah. “Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Presiden Prabowo dalam dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD), Kamis (22/10).
Prabowo menyebutkan bahwa sasaran dari kredit tersebut adalah sebanyak 28 juta keluarga. "Ini nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga, kalau dengan istri dan anak itu berarti dikali 4, kurang lebih 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang," katanya.
Dalam agenda tersebut, Prabowo mengatakan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk petani, nelayan, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta keluarga yang mengandalkan berbagai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” tegas Presiden Prabowo.
Sebelumnya, dalam acara yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi melaporkan bahwa pembuayaan kredit senilai Rp53 triliun telah disalurkan apda 2,1 juta debitur selama selama periode Agustus hingga Oktober 2026.
Penyaluran kredit itu didukung oleh 350 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) yang mencakup perbankan, Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Perekonomian Rakyat (BPR), serta lembaga pembiayaan lainnya. "Dari mulai bulan Agustus, September, Oktober sudah terjadi pemberian kredit pembiayaan kepada 2,1 juta penerima sebesar Rp53 triliun," kata Friderica.
Pada saat yang sama, Airlangga mengatakan bahwa realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Oktober 2026 telah mencapai Rp257,84 triliun kepada 4 juta debitur. Nilai tersebut setara dengan 87 persen dari plafon yang ditetapkan tahun ini.
“Kami terus kembangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga disalurkan melalui TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) di daerah, di mana kredit alsintan juga terus didorong, kredit industri padat karya, kredit program perumahan. Ini jumlahnya semuanya tahun ini dibujetkan Rp300 triliun, dan realisasinya sampai dengan 20 Oktober, Rp257,84 triliun dengan 4 juta debitur,” ujar Airlangga.
Berdasarkan wilayahnya, penyaluran KUR terbesar berada di Jawa Tengah sebesar Rp45,46 triliun atau 17,63 persen dari total penyaluran. Kemudian disusul oleh Jawa Timur sebesar Rp41,84 triliun atau 16,23 persen, serta Jawa Barat sebesar Rp27,76 triliun atau 10,76 persen.



















