Riset MarkPlus 2026: QRIS dan Transfer Dominasi Penggunaan Dompet Digital

- Riset MarkPlus terhadap 400 responden menunjukkan QRIS menjadi penggunaan dompet digital tertinggi sebesar 85,3 persen, diikuti transfer dana 77,3 persen; 90,3 persen pengguna telah memakainya lebih dari dua tahun.
- ShopeePay memimpin volume penggunaan dompet digital 40 persen, rekomendasi merek 38 persen, serta transaksi QRIS dan transfer; GoPay berada di posisi kedua, diikuti DANA.
- Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi faktor utama memilih dompet digital untuk QRIS (80,8 persen), disusul jaringan merchant, promosi atau cashback, serta pilihan sumber dana.
Jakarta, FORTUNE — Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan transfer dana mendominasi pemanfaatan dompet digital di Indonesia.
Hasil riset MarkPlus bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape pada Jumat (23/10) menunjukkan 85,3 persen responden memakai dompet digital untuk transaksi QRIS dan 77,3 persen untuk transfer dana.
Survei terhadap 400 responden menemukan 90,3 persen pengguna telah mengoperasikan dompet digital melampaui durasi dua tahun. Selain QRIS dan transfer, penggunaan fitur belanja daring beroleh persentase 70,8 persen, disusul pembelian produk digital 69 persen.
Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp), Yosanova Savitry, menyatakan ekspektasi konsumen terhadap dompet digital terus berkembang di luar aspek kecepatan pembayaran.
“Kemudahan dan kecepatan transaksi tetap menjadi faktor penting, tetapi konsumen juga mengharapkan fleksibilitas layanan serta manfaat finansial nyata yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Yosanova dalam konferensi pers MCorp Industry Update secara virtual, Jumat (23/10).
Pada riset tersebut, ShopeePay mencatatkan volume penggunaan keseluruhan 40 persen, diikuti GoPay 34,3 persen, DANA 15,3 persen, dan OVO 1,8 persen.
Urutan rekomendasi merek juga dipimpin ShopeePay dengan 38 persen, GoPay 35,5 persen, DANA 13,8 persen, LinkAja 2,5 persen, dan OVO 1,8 persen.
Dominasi ShopeePay berlanjut pada transaksi QRIS dengan persentase 40,5 persen, mendahului GoPay 32,6 persen dan DANA 16,1 persen. Merek ini juga menempati posisi top of mind transaksi QRIS pada level 37,7 persen, disusul GoPay 35,5 persen dan DANA 17,8 persen.
Untuk layanan transfer ke rekening bank dan sesama dompet digital, ShopeePay mencatatkan pangsa 41,8 persen, GoPay 33,7 persen, serta DANA 17,7 persen. Yosanova mengartikan pemanfaatan fitur transfer ini sebagai alat pengelolaan keuangan harian yang menuntut kepraktisan, kecepatan, dan efisiensi biaya administrasi.
Terkait faktor pemilihan dompet digital untuk QRIS, 80,8 persen responden memprioritaskan aspek kemudahan dan kecepatan transaksi. Faktor penentu lainnya meliputi cakupan jaringan merchant (54,4 persen), promosi dan cashback (51,3 persen), serta ketersediaan ragam sumber dana (30 persen).
“Seiring dengan semakin luasnya penggunaan QRIS sebagai fitur dompet digital yang paling banyak digunakan, konsumen juga semakin membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi,” ujar Yosanova.
Ia menyimpulkan persaingan dompet digital bergantung pada perluasan jaringan penerimaan pembayaran, penyediaan ragam sumber dana, serta pemenuhan efisiensi biaya operasional demi mengakomodasi variasi kebutuhan konsumen.





















