- Penetapan kupon: 24 September 2026
- Masa penawaran: 28 September–22 Oktober 2026
- Penetapan hasil penjualan: 26 Oktober 2026
- Setelmen atau penerbitan: 28 Oktober 2026
SBR015: Jadwal, Karakteristik, Tenor, Kupon, dan Cara Belinya

Pemerintah membuka penawaran SBR015 pada 28 September–22 Oktober 2026, dengan pilihan tenor 2 tahun dan 4 tahun.
SBR015 untuk WNI dibeli online mulai Rp1 juta dan kupon bulanan memakai skema floating with floor.
SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi investor dapat mengajukan early redemption maksimal 50 persen kepemilikan.
Jakarta, FORTUNE — Pemerintah akan membuka masa penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 pada 28 September 2026. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini tersedia dalam dua pilihan tenor, yakni SBR015T2 selama 2 tahun dan SBR015T4 selama 4 tahun.
SBR015 ditujukan kepada individu Warga Negara Indonesia dan dapat dibeli secara daring melalui mitra distribusi resmi. Instrumen ini menggunakan skema kupon floating with floor. Besaran kupon dapat menyesuaikan perubahan BI-Rate dengan tingkat kupon minimum yang telah ditetapkan.
Table of Content
Jadwal penawaran SBR015
Masa penawaran SBR015 berlangsung mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026. Setelah periode tersebut berakhir, pemerintah dijadwalkan menetapkan hasil penjualan pada 26 Oktober dan melakukan setelmen atau penerbitan pada 28 Oktober 2026.
Berikut jadwal SBR015:
Adapun kupon SBR015 dibayarkan setiap bulan hingga jatuh tempo. Besaran kupon final ditetapkan pemerintah sebelum masa penawaran dimulai. Namun, kupon SBR015T2 diperkirakan berada di kisaran 6,8–6,9 persen per tahun dan SBR015T4 sekitar 6,95–7,05 persen per tahun.
Karakteristik SBR015
SBR015 memiliki mekanisme berbeda dari SBN ritel yang menggunakan kupon tetap. Dengan skema floating with floor, kupon dapat meningkat apabila BI-Rate naik. Sebaliknya, apabila BI-Rate turun, kupon tidak akan lebih rendah dari tingkat minimum yang ditetapkan saat penerbitan.
SBR juga tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Karena itu, investor tidak dapat menjual kepemilikan SBR015 kepada investor lain sebelum jatuh tempo.
Meski demikian, pemerintah menyediakan fasilitas early redemption. Investor dapat mengajukan pelunasan sebagian pokok sebelum jatuh tempo sesuai periode dan ketentuan. Besaran yang dapat dicairkan maksimal 50 persen dari total kepemilikan.
SBR015 juga dapat dipesan mulai dari nominal Rp1 juta. Pokok dan pembayaran kupon SBN ritel dijamin pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tenor dan mekanisme kupon
SBR015 terdiri dari dua pilihan tenor. SBR015T2 memiliki jangka waktu 2 tahun, sedangkan SBR015T4 memiliki tenor 4 tahun.
Mekanisme kupon yang mengikuti BI-Rate membuat tingkat imbal hasil SBR dapat berubah pada periode penyesuaian. Pada seri sebelumnya, SBR014 menggunakan spread tetap di atas BI-Rate dan memiliki batas bawah berdasarkan kupon awal.
Sebagai perbandingan, SBR014T2 diterbitkan dengan kupon awal 6,25 persen per tahun, sedangkan SBR014T4 sebesar 6,35 persen. Pada Agustus 2026, keduanya tercatat meningkat masing-masing menjadi 6,50 persen dan 6,60 persen setelah BI-Rate berada di level 5,75 persen.
Cara beli SBR015
Pembelian SBR015 dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi pemerintah. Prosesnya terdiri dari empat tahap, yaitu:
- Pendaftaran melalui sistem elektronik mitra distribusi dengan melengkapi data, seperti SID, rekening dana, dan rekening surat berharga.
- Memilih SBR015 dan menentukan nominal pembelian sesuai ketentuan yang berlaku selama masa penawaran.
- Pesanannya telah terverifikasi, investor memperoleh kode pembayaran.
- Setelah pembayaran terverifikasi, investor memperoleh konfirmasi transaksi dan alokasi SBR015 pada tanggal setelmen.
Perbedaan SBR015 dan SBN ritel tradable
SBR015 memiliki karakter non-tradable, sehingga kepemilikannya tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Fasilitas early redemption disediakan pemerintah bagi investor untuk mencairkan sebagian pokok sebelum jatuh tempo.
Karakter tersebut berbeda dari SBN ritel seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel (SR). Sebab, SBN Ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai ketentuan masing-masing seri.
Perbedaan SBR015 dan SBN ritel juga berkaitan dengan fleksibilitas pencairan dana. SBR015 menawarkan pembayaran kupon secara berkala. Sementara itu, dana pokok dibayarkan saat jatuh tempo kecuali investor menggunakan fasilitas early redemption.
FAQ seputar SBR015
Kapan SBR015 mulai ditawarkan? SBR015 ditawarkan mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026.
Berapa pilihan tenor SBR015? SBR015 tersedia dalam tenor 2 tahun dan 4 tahun.
Apakah SBR015 bisa dijual di pasar sekunder? Tidak, SBR015 bersifat non-tradable dan tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.
Berapa minimal pembelian SBR015? Pemesanan SBR015 dimulai dari Rp1 juta.
















