Cetak Rp4,4 Triliun pada Semester I, Prudential Fokus Garap Segmen Ini

- Prudential Indonesia membukukan premi bancassurance Rp4,4 triliun pada semester I-2026, melonjak 155 persen secara tahunan dari Rp1,7 triliun dan menjadi rekor semester pertama kanal perbankan.
- Hingga akhir 2026, perusahaan memprioritaskan penguatan produk, kolaborasi dengan bank melalui kanal fisik-digital, serta investasi pada pengalaman nasabah, layanan, dan kapabilitas teknologi.
- Prudential membidik nasabah affluent dan HNW dengan kebutuhan diversifikasi aset, pelestarian kekayaan, warisan, serta proteksi dolar AS; industri bancassurance tumbuh 17,9 persen.
Jakarta, FORTUNE — PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyiapkan tiga strategi prioritas untuk menjaga kesinambungan bisnis kanal bancassurance hingga akhir 2026, menyusul lonjakan pendapatan premi 155 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp4,4 triliun pada semester I-2026.
Capaian dari periode sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,7 triliun tersebut mencatatkan rekor tertinggi kinerja semester pertama untuk kanal perbankan perusahaan.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menyampaikan rekor perolehan tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus memperkuat penetrasi pasar. Guna mempertahankan kinerja positif ini, Prudential telah memetakan langkah strategis hingga ujung tahun.
“Pertama, memperkuat portofolio produk agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis. Kedua, memperdalam kolaborasi dengan mitra perbankan untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dan memperluas akses melalui kanal fisik maupun digital. Ketiga, terus berinvestasi pada pengalaman nasabah, kualitas layanan, serta kapabilitas berbasis teknologi," kata Adit melalui keterangan resmi, Selasa (22/9).
Di sisi penguatan produk, Prudential mengarahkan fokus untuk menjawab pergeseran kebutuhan nasabah segmen affluent dan high-net-worth (HNW). Kelompok nasabah ini kini makin berfokus pada diversifikasi aset, pelestarian kekayaan (wealth preservation), serta perencanaan warisan.
Pada segmen premium tersebut, Adit mencatat adanya peningkatan minat terhadap solusi proteksi berbasis mata uang dolar Amerika Serikat (US$). Peningkatan ini didorong oleh kian eratnya keterkaitan nasabah dengan aktivitas global, seperti persiapan pendidikan anak di luar negeri hingga kepemilikan aset lintas negara.
"Bagi banyak nasabah di segmen ini, diversifikasi pada berbagai kelas aset dan mata uang menjadi bagian penting dari strategi perencanaan keuangan mereka," ujarnya.
Menanggapi tren penurunan kunjungan fisik nasabah ke kantor cabang perbankan akibat digitalisasi, Adit menegaskan kondisi tersebut tidak meredam volume permintaan produk bancassurance. Prudential memilih beradaptasi dengan mengembangkan model layanan omnichannel bersama para mitra perbankan.
"Digitalisasi telah mengubah cara nasabah berinteraksi dengan institusi keuangan. Namun, kami tidak melihat hal ini mengurangi minat terhadap solusi keuangan yang ditawarkan bancassurance," kata Adit.
Pertumbuhan signifikan pada kanal perbankan Prudential Indonesia ini sejalan dengan dinamika industri secara keseluruhan. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi dari kanal bancassurance industri tumbuh 17,9 persen pada semester I-2026, sekaligus menyumbang 43,8 persen terhadap total perolehan pendapatan premi asuransi jiwa nasional.


















