KB Bank Perkuat Kredit Segmen Wholesale, Maksimalkan Korsel-RI Link

- KB Bank memperkuat kredit wholesale dengan memanfaatkan koridor bisnis Korea Selatan-Indonesia, didukung realisasi investasi Korsel di Indonesia sebesar US$1,98 miliar pada 2025.
- Fokus pembiayaan mencakup manufaktur, perdagangan-distribusi, otomotif, bahan bangunan, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus membuka layanan ritel seperti payroll, mortgage, wealth management, serta consumer lending.
- KB Bank mengandalkan layanan korporasi Korsel, jaringan KB Financial Group, dan transaksi rupiah-won; kredit semester I-2026 mencapai Rp44,97 triliun, tumbuh 4,38 persen, dengan target pertumbuhan 8-10 persen.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memperkuat penyaluran kredit ke segmen wholesale dengan memanfaatkan potensi bisnis Korea Selatan (Korsel)-Indonesia.
Kedua negara telah lama menjalin kerja sama yang kuat pada bidang investasi. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Korsel ke Indonesia pada 2025 mencapai US$1,98 miliar dan menjadi negara terbesar ke-7 dalam penyaluran PMA.
Direktur Wholesale Banking, KB Bank, Widodo Suryadi, menjelaskan segmen wholesale yang difokuskan KB Bank akan mengarah ke sektor industri manufaktur, perdagangan dan distribusi, otomotif, bahan bangunan, layanan kesehatan dan pendidikan.
Ia percaya, hubungan yang telah terbangun melalui segmen wholesale menjadi pintu masuk menghadirkan berbagai solusi ritel, mulai dari payroll, mortgage, wealth management, hingga consumer lending.
”Dengan pendekatan ini, KB Bank tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan dengan setiap nasabah dalam ekosistemnya,” kata Widodo dalam acara dengan pers di Jakarta, Kamis (24/9).
Menurut Widodo, penguatan koridor bisnis Korsel–Indonesia menjadi nilai tambah kompetitif bagi KB Bank. Untuk itu, pihaknya juga menjalankan strategi tiga pendekatan layanan utama.
Pertama, melayani secara khusus korporasi asal Korea Selatan di Indonesia—seperti produsen manufaktur dan trading house—serta menghubungkan mereka dengan ekosistem rantai pasok lokal.
Selain itu, KB Bank juga akan mengoptimalkan jaringan dan posisi strategis KB Financial Group yang menempatkan Indonesia sebagai pasar utama luar negeri.
Pendekatan ketiga ialah memperkuat layanan Local Currency Transaction (LCT) yang memfasilitasi skema transaksi perdagangan bilateral secara langsung menggunakan mata uang rupiah-won untuk meningkatkan efisiensi dan menekan risiko nilai tukar.
Kinerja bisnis dari KB Bank juga masih konsisten mengalami pertumbuhan dengan total aset mencapai Rp86,11 triliun pada semester I-2026. Pertumbuhan aset ini berbanding lurus dengan penguatan fungsi intermediasi serta optimalisasi struktur pendanaan bank.
Dari sisi intermediasi, KB Bank mencatatkan total penyaluran kredit Rp44,97 triliun, atau tumbuh 4,38 persen (YoY).
Pertumbuhan pembiayaan ini dilakukan secara selektif dan terukur dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, serta pengelolaan profil risiko yang ketat.
Ke depan, Widodo memgatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 8-10 persen hingga akhir 2026.

















