Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Penyaluran Kredit Capai Rp27,9 Triliun, Laba Bersih Bank Jago Melonjak 50 Persen

2 min read
Penyaluran Kredit Capai Rp27,9 Triliun, Laba Bersih Bank Jago Melonjak 50 Persen
Bank Jago. (Dok. Bank Jago)
  • Bank Jago mencatat laba bersih Rp298 miliar hingga kuartal III-2026, naik 50 persen secara tahunan.

  • DPK Bank Jago mencapai Rp28,9 triliun, tumbuh 21 persen secara tahunan, dengan CASA Rp15,4 triliun atau 53 persen; kredit tersalurkan Rp27,9 triliun, naik 19 persen.

  • Total aset meningkat 22 persen menjadi Rp42,1 triliun per September 2026; NPL gross berada di 0,9 persen dan rasio kecukupan modal mencapai 27,5 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Jago Tbk membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp298 miliar hingga kuartal III-2026, naik 50 persen secara tahunan dari Rp199 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menyatakan perolehan tersebut berjalan seiring pertumbuhan basis nasabah yang mencapai 19 juta orang per September 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 13,1 juta orang merupakan nasabah funding pengguna aplikasi Jago.

"Fokus kami yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik," kata Arief melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (28/10).

Sisi pengimpunan dana mencatatkan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp28,9 triliun, meningkat 21 persen secara tahunan. Komponen current account and savings account (CASA) mendominasi DPK dengan nilai Rp15,4 triliun atau 53 persen, sedangkan simpanan deposito Rp13,5 triliun atau 47 persen.

Pada fungsi pembiayaan, emiten berkode saham ARTO ini menyalurkan kredit Rp27,9 triliun per September 2026, tumbuh 19 persen secara tahunan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat pada tingkat 0,9 persen.

Penyaluran pembiayaan tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan mitra ekosistem, platform digital, serta perusahaan pembiayaan seperti BFI Finance. Selain itu, integrasi layanan investasi bersama Bibit dan Stockbit untuk produk reksa dana, obligasi, dan saham telah terhubung dengan 3,6 juta nasabah.

Perkembangan penyaluran kredit dan pendanaan membawa total aset Bank Jago mencapai Rp42,1 triliun per September 2026, meningkat 22 persen dari posisi Rp34,5 triliun per September 2025. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 27,5 persen.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More