Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Punya 20 Juta Nasabah, Bank Jago Ungkap Baru 3,6 Juta Aktif Investasi

Punya 20 Juta Nasabah, Bank Jago Ungkap Baru 3,6 Juta Aktif Investasi
Bank Jago (jago.com)
  • Bank Jago mencatat 20,1 juta nasabah aktif, tetapi baru 3,6 juta yang aktif berinvestasi per Juli 2026; hampir 2 juta pengguna RDN terhubung ke Bibit dan Stockbit.
  • Portofolio investasi nasabah melalui Bibit dan Stockbit didominasi saham 48,4%, disusul reksa dana 38,6% dan obligasi 13%; saham juga menyumbang 88% volume transaksi.
  • Hingga semester I-2026, DPK Bank Jago tumbuh 23% menjadi Rp27,6 triliun, aset naik 28% menjadi Rp41,4 triliun, dan laba bersih meningkat 49% menjadi Rp189 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Jago Tbk (ARTO) memperkuat segmen investasi melalui kolaborasi dengan ekosistem Bibit dan PT Stockbit Sekuritas Digital.

Saat ini, jumlah pengguna yang aktif berinvestasi di Bank Jago baru mencapai 3,6 juta per Juli 2026, sementara jumlah pengguna RDN Bank Jago yang terkoneksi dengan Bibit dan Stockbit mencapai hampir 2 juta pengguna. Di sisi lain Bank Jago sendiri memiliki sekitar 20,1 juta nasabah yang aktif.

Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, kolaborasi yang telah terjalin sejak lima tahun menjadi pendorong peningkatan aktivitas investasi nasabah Bank Jago, sekaligus menunjukan eksistensi bank sebagai pilihan investor ritel yang bertujuan untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.

Oleh karenanya, bank digital ini menargetkan lebih banyak lagi nasabah bank Jago yang masuk dalam ekosistem investasi Bibit dan Stockbit.

"Ke depan Bank Jago akan memperdalam kolaborasi strategis dengan ekosistem keuangan yang ada serta memperluas kemitraan untuk berbagai produk investasi baru. Selain reksadana, saham, dan obligasi yang tersedia saat ini, kami terus melihat potensi pengembangan pilihan investasi lainnya di masa depan sejalan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan digital," ujar Nyoman di Jakarta, (7/8).

Dari sisi instrumen, portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit saat ini didominasi saham dengan porsi 48,4 persen. Selanjutnya, reksa dana menyumbang 38,6 persen dan obligasi 13 persen.

Berdasarkan volume transaksi, saham juga menjadi instrumen yang paling banyak ditransaksikan dengan porsi 88 persen. Reksa dana menyumbang 11,9 persen, sedangkan sisanya berasal dari transaksi obligasi.

Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit William mengatakan kolaborasi dengan Bank Jago berlangsung di tengah meningkatnya partisipasi investor ritel dan generasi muda di pasar modal Indonesia.

"Investasi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat supaya memiliki kesehatan finansial dan masa depan yang lebih baik. Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan," ujar William.

Saat ini, Bibit dan Stockbit telah melayani lebih dari 10 juta pengguna, dengan hampir 90 persen di antaranya berasal dari generasi milenial dan generasi Z. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor pasar modal hingga akhir semester I-2026 hampir mencapai 30 juta.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengembangkan aset, Bank Jago juga menyediakan tampilan portofolio investasi melalui aplikasi Jago. Fitur tersebut memungkinkan nasabah melihat portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform dan terkoneksi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam satu tampilan.

Hingga akhir paruh pertama tahun ini, total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun, meningkat 23 persen dari Rp22,4 triliun pada akhir Juni 2025. Porsi current account and savings account (CASA) mendominasi DPK sebesar 53 persen atau setara Rp14,6 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47 persen atau Rp13,1 triliun.

Sementara itu aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan akhir Juni 2025 yang sebesar Rp32,4 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan aset, profitabilitas juga meningkat dengan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp189 miliar, meningkat 49 persen dari Rp127 miliar pada akhir Juni 2025.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Finance

    See More