Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Laba BCA Kuartal III-2026 Naik 4,2 Persen Menjadi Rp45,2 triliun

2 min read
Laba BCA Kuartal III-2026 Naik 4,2 Persen Menjadi Rp45,2 triliun
ilustrasi gedung Bank BCA (Dimas Ardian/Bloomberg)
  • BCA membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,2 triliun pada kuartal III-2026 atau naik 4,2 persen secara tahunan.

  • Kredit produktif mencapai Rp831 triliun, dengan pembiayaan korporasi tumbuh 20,9 persen, UKM naik 15,4 persen, serta rasio LAR 4,6 persen dan NPL 1,8 persen tetap terjaga.

  • CASA meningkat 10,4 persen menjadi Rp1.103 triliun dan DPK naik 8 persen menjadi Rp1.301 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara konsolidasi mengantongi laba bersih Rp45,2 triliun pada kuartal III-2026 alias naik 4,2 persen secara tahunan (YoY).

Kinerja ini ditopang penyaluran kredit Rp1.063 triliun atau meningkat 12,6 persen (YoY) per September 2026.

“BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke berbagai sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan,” kata Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/10).

Kredit dialirkan ke korporasi, komersial, dan UKM. Kredit juga disokong kredit produktif senilai Rp831 triliun atau setara pertumbuhan 17,2 persen (YoY).

Kredit produktif ini mencakup pembiayaan korporasi yang naik 20,9 persen (YoY) mencapai Rp528,1 triliun; kredit komersial senilai Rp154,1 triliun atau tumbuh 7,8 persen (YoY); serta kredit UKM hingga Rp149,2 triliun atau naik 15,4 persen (YoY).

Hendra menyatakan pertumbuhan kredit UKM BCA secara konsisten melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga kuartal III-2026.

Kondisi ini sejalan dengan rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga masing-masing 4,6 persen dan 1,8 persen pada periode sama.

Sementara itu, kredit ini juga ditopang likuiditas dan pendanaan solid yang terlihat dari kenaikan giro dan tabungan (CASA) hingga 10,4 persen menjadi Rp1.103 triliun.

Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) bank tersebut naik 8 persen (YoY) mencapai Rp1.301 triliun hingga akhir September 2026.

Peningkatan DPK ini, kata Hendra, didukung oleh digitalisasi layanan melalui sejumlah fitur-fitur anyar, seperti nabung emas, hingga tabungan dan transaksi valas melalui myBCA.

Ia menjelaskan, produk Tabungan Emas di myBCA memungkinkan nasabah membeli dan menjual emas secara digital dengan mudah dan aman.

Nasabah juga makin cepat dan mudah melakukan transfer valas secara instan di myBCA dalam mata uang SGD, GBP, dan CAD ke Singapura, Inggris, dan Kanada.

Hendra optimistis kinerja BCA akan kian solid via penyaluran kredit yang makin kuat serta himpunan DPK yang makin meningkat.

Di antara pendorong utama rapor kreditnya adalah BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More