BRI Finance Targetkan Pembiayaan Rp6 Triliun pada 2026, Pacu Program TJSL

- BRI Finance menargetkan pembiayaan Rp6 triliun pada akhir 2026, naik dari realisasi Rp2,5 triliun pada 2025, didukung pertumbuhan penyaluran 99,2 persen per September 2026.
- Komposisi pembiayaan diarahkan 70 persen ke segmen konsumer dan 30 persen komersial; jaringan cabang ditargetkan bertambah dari 36 menjadi sekitar 80 unit pada akhir 2026.
- Pembiayaan kendaraan listrik tumbuh 12,3 kali lipat secara tahunan per September 2026, sementara program TJSL mendukung pengelolaan sampah warga di Srengseng Sawah melalui edukasi, pelatihan, dan peralatan.
Jakarta, FORTUNE – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menargetkan penyaluran pembiayaan Rp6 triliun hingga akhir 2026, meningkat dari realisasi 2025 yang mencapai Rp2,5 triliun. Target tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan 99,2 persen secara tahunan per September 2026 serta penambahan jaringan operasional lewat ekosistem BRI Group.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, menyatakan kinerja penyaluran pembiayaan yang tercatat per September 2026 menjadi dasar proyeksi pertumbuhan usaha hingga tahun mendatang.
“Kita proyeksi tahun depan itu akan tumbuh lebih kurang mungkin hampir dua kali lipat dibanding 2026,” ujar Susatyo seusai Kegiatan CSR Lingkungan BRI Finance di Jakarta, Rabu (28/10).
Sektor pembiayaan komersial terdorong oleh aktivitas pembangunan yang meningkatkan kebutuhan kendaraan niaga dan alat berat. Perseroan menetapkan alokasi penyaluran pembiayaan ke depan sebesar 70 persen untuk segmen konsumer dan 30 persen untuk segmen komersial.
Guna menjangkau potensi pasar, BRI Finance memanfaatkan jaringan ekosistem BRI Group serta memperluas jaringan operasional. Jumlah kantor cabang ditargetkan bertambah dari 36 unit pada awal 2026 menjadi sekitar 80 unit pada akhir tahun.
Di samping itu, perseroan mencatat peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik 12,3 kali lipat secara tahunan per September 2026.
“Per September 2026, pembiayaan kendaraan listrik turut menjadi bagian dari portofolio pembiayaan BRI Finance, seiring dengan meningkatnya minat pasar dan peluang pengembangan segmen kendaraan listrik ke depan,” kata Susatyo.
Pada kegiatan non-bisnis, BRI Finance menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Program ini menyasar pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta, melalui edukasi pemilahan sampah di RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11, serta pelatihan bagi anak-anak dan anggota karang taruna.
Sebagai Mitra Utama, BRI Finance menyerahkan bantuan sarana berupa tujuh unit tong komposter kapasitas 200 liter, 11 unit tong biru kapasitas 60 liter, 5 unit tempat sampah kapasitas 120 liter, 1 unit mesin ayak kompos rotary kapasitas 100-150 kg/jam, dan 1 paket kegiatan pelatihan.
“Kami memahami tantangan di lapangan, termasuk kebutuhan petugas akan alat kerja yang lebih baik agar proses pengangkutan sampah bisa lebih cepat dan aman,” ujar Satyo.



















