Laba Indofood (INDF) dan Anak Usaha (ICBP) Kompak Naik 2 Digit di 2025

Jakarta, FOTUNE - Emiten Grup Salim, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), sama-sama membukukan kenaikan kinerja sepanjang 2025.
Dikutip dari laporan keuangan terbaru, laba bersih INDF bertumbuh 23,64 persen (YoY) dari Rp8,64 triliun menjadi Rp10,68 triliun. Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, mengatakan, pertumbuhan tersebut diraih di tengah kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan.
"Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/3).
Sejalan dengan itu, penjualan neto konsolidasi perseroan pun naik hampir 7 persen (YoY) dari hampir Rp115,79 triliun menjadi hampir Rp123,50 triliun. Berdasarkan segmen usaha, produk konsumen bermerek berkontribusi terbesar terhadap penjualan bersih, yakni senilai Rp75,74 triliun. Lalu disusul oleh segmen bogasari (Rp31,11 triliun), agribisnis (Rp21,04 triliun), dan distribusi (Rp7,43 triliun).
Kinerja ICBP 2025

Selaras dengan INDF, ICBP pun melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 30,31 persen (YoY) dari Rp7,08 triliun menjadi Rp9,22 triliun. Capaian itu turut didukung oleh pertumbuhan penjualan neto sebesar 3,1 persen (YoY) dari hampir Rp72,60 triliun menjadi Rp74,85 triliun.
Dari segi segmen, lini mi instan mencetak penjualan bersih sebesar Rp55,85 triliun. Lalu diikuti oleh segmen dairy (Rp9,82 triliun), makanan ringan (Rp4,62 triliun), penyedap makanan (Rp4,6 triliun), nutrisi dan makanan khusus (Rp1,31 triliun), serta minuman (Rp1,47 triliun).
Anthoni mengatakan, selanjutnya perseroan akan memperkuat relevansi produk melalui inovasi. "Yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami," katanya.
Saham INDF naik 4,62 persen ke Rp6.225, sedangkan saham ICBP terkoreksi 0,69 persen ke Rp7.175 pada perdagangan Selasa pukul 13.42 WIB.


















