Efisiensi Operasional, CYBR Balik Kerugian jadi Laba di 2025

- CYBR berhasil membalikkan rugi menjadi laba bersih Rp65,4 miliar pada 2025 berkat efisiensi operasional dan ekspansi bisnis keamanan siber berbasis AI.
- Pendapatan konsolidasi naik 62,1 persen menjadi Rp527,1 miliar dengan margin laba bruto meningkat hingga 54 persen, mencerminkan struktur keuangan yang makin sehat.
- CYBR meluncurkan ITSEC Cyber Academy dan aplikasi IntelliBroń Aman serta Orion untuk memperluas akses keamanan siber, didukung investasi Rp27 miliar dan kolaborasi nasional penguatan ketahanan digital.
Jakarta, FORTUNE — Emiten teknologi, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), mencatat kenaikan keuntungan sepanjang 2025. Sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil membalikan rugi usaha menjadi laba seiring ekspansi bisnis di industri keamanan siber berbasis AI di Indonesia dan efisiensi operasional yang dilakukan perusahaan.
CYBR membukukan laba bersih konsolidasi mencapai Rp65,4 miliar, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnyasebesar Rp800 juta. Laba usaha juga berbalik positif menjadi Rp92,5 miliar dibandingkan rugi usaha Rp435 juta pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam meningkatkan skala bisnis dan efisiensi operasional.
Di sisi lain, pendapatan konsolidasi CYBR yang tumbuh 62,1 persen menjadi Rp527,1 miliar dari Rp325,1 miliar turut menyokong pertumbuhan laba bersih perseroan. Sementara itu, laba bruto meningkat 141,6 persen menjadi Rp284,6 miliar, dengan margin laba bruto naik menjadi 54,0 persen dari sebelumnya 36,2 persen. Total ekuitas meningkat menjadi Rp256,2 miliar, sementara gearing ratio membaik dari 1,13x menjadi 0,20x, mencerminkan struktur keuangan yang lebih sehat.
Patrick Rudolf Dannacher, President Director dan Chief Executive Officer PT ITSEC Asia Tbk, mengatakan 2025 menjadi momen penting bagi ITSEC Asia.
“Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan produk, serta mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI,” katanya dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).
Strategi Pertumbuhan dan Investasi
Sepanjang 2025, CYBR menjalankan strategi untuk merespons dinamika ancaman siber yang semakin kompleks. Salah satunya, melalui pembentukan PT ITSEC Cyber Academy yang berfokus pada pelatihan Cyber dan AI untuk sektor pemerintah dan enterprise.
Di sisi produk, peluncuran IntelliBroń Aman sebagai aplikasi keamanan siber konsumen berbasis AI berperan penting. Melalui kemitraan OEM pre-installation dengan Infinix Smartphone, aplikasi ini melampaui 100.000 unduhan dalam bulan pertama. Sementara itu, IntelliBroń Orion terus memperkuat layanan bagi segmen UKM melalui threat intelligence berbasis AI dan respons insiden secara real time.
Kedua solusi ini mencerminkan upaya Perseroan dalam memperluas akses terhadap keamanan siber, tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi juga bagi UKM dan individu.
Di tengah situasi industri yang menantang, CYBR menyatakan akan tetap melanjutkan ekspansi. Perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp27 miliar untuk pengembangan infrastruktur teknologi, aset tak berwujud, dan ekspansi operasional. Investasi ini mendukung penguatan platform keamanan siber berbasis AI serta pengembangan produk di berbagai segmen pasar.
Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan net debt to equity ratio sebesar 0,20x pada akhir tahun, meningkat signifikan dari 1,13x pada awal periode.
ITSEC Asia juga memperkuat perannya di tingkat nasional melalui inisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional bersama ADIGSI dan BSSN. Inisiatif ini mendukung penguatan ketahanan digital nasional, termasuk perlindungan infrastruktur kritis, pengembangan talenta, serta peningkatan kesadaran keamanan siber bagi lebih dari 65 juta UKM di Indonesia.
“Kami percaya bahwa strategi yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Dengan fokus pada inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata, kami optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi ekosistem digital Indonesia,” ujar Patrick Rudolf Dannacher.


















