Omzet Naik 526%, Budaya Osing Jadi Mesin Ekonomi Desa Kemiren

- Desa Kemiren di Banyuwangi sukses menjadikan budaya Osing sebagai penggerak ekonomi melalui pariwisata, UMKM, dan pertanian ekspor dalam program Desa Sejahtera Astra sejak 2024.
- Program ini melibatkan sekitar 300 warga dengan dukungan 50 homestay, 40 pelaku usaha lokal, serta peningkatan pendapatan anggota Pokdarwis hingga 33 persen berkat berkembangnya wisata budaya.
- Astra juga membina kelompok tani buah naga di Sumbermulyo yang berhasil meningkatkan panen dari 316 ton menjadi 595 ton dan omzet naik 526 persen hingga menembus pasar ekspor.
Jakarta, FORTUNE - Pelestarian budaya tak lagi sekadar menjaga tradisi. Di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, warisan budaya Osing justru berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pariwisata, usaha mikro, hingga pertanian berorientasi ekspor.
Desa yang menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra sejak 2024 itu memanfaatkan berbagai tradisi Osing, seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, kuliner, musik tradisional, hingga arsitektur khas sebagai daya tarik wisata. Pengembangan tersebut kemudian dipadukan dengan penguatan sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasilnya mulai terlihat. Program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga yang kini berperan sebagai pelaku utama desa wisata. Saat ini Desa Kemiren memiliki 50 homestay dengan total 92 kamar, didukung 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata sekaligus pelestarian budaya Osing.
Seiring berkembangnya aktivitas wisata, pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya mampu menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat desa.
"Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).
Pengembangan Desa Sejahtera Astra Kemiren dilakukan secara menyeluruh. Pada sektor kesehatan, Astra mendukung penguatan layanan Posyandu, penyediaan sarana kesehatan dasar, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, dukungan diberikan melalui penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD), penyediaan sarana belajar dan alat permainan edukatif, pendampingan kegiatan pembelajaran, hingga pengenalan budaya Osing kepada generasi muda sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi lokal.
Pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian dari pengembangan desa seiring meningkatnya aktivitas wisata. Masyarakat didampingi dalam pengelolaan sampah organik dan nonorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, serta penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kompos.
Di sisi kewirausahaan, Astra memperkuat pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren melalui peningkatan fasilitas pendukung wisata, pemberdayaan UMKM, penguatan kapasitas Pokdarwis, pengembangan homestay, serta promosi wisata budaya Osing sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya juga membuahkan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Sejak 2019, Desa Kemiren telah menerima berbagai penghargaan, antara lain Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, hingga terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Program 2025, yang memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat.
Selain mengembangkan sektor pariwisata, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra juga membina kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi. Pendampingan dilakukan bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU) melalui penguatan organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, serta fasilitasi akses pembiayaan dan pemasaran.
Program tersebut mendorong peningkatan produktivitas. Total panen buah naga meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Dalam periode yang sama, omzet kelompok tani melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar atau naik sekitar 526 persen.
Kelompok tani tersebut juga telah memperoleh sertifikasi Budidaya Organik. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi sale buah naga dan buah naga dehidrasi yang telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia serta diekspor ke Singapura dan Hong Kong.


















