Miliarder AS Boyong Ferrari Luce One-Off Senilai Rp700 Miliar di Lelang Amal

- Ferrari menjual Luce “Chassis 0” seharga US$40 juta dalam lelang amal di Monterey Car Week.
- Herbert A. Wertheim, investor miliarder asal AS dan kolektor Ferrari, membeli mobil listrik one-off tersebut.
- Hasil lelang akan disalurkan Ferrari Foundation untuk proyek pendidikan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
- Miliarder AS Herbert A. Wertheim membeli Ferrari Luce one-off “Chassis 0” seharga US$40 juta atau sekitar Rp714 miliar dalam lelang amal di Monterey Car Week.
- Luce merupakan mobil listrik penuh pertama Ferrari, berkonfigurasi empat pintu dan lima kursi, yang peluncurannya memicu perdebatan soal desain serta peralihan dari mesin pembakaran internal.
- Harga lelang tersebut menjadi rekor mobil baru termahal di lelang; seluruh dana disalurkan Ferrari Foundation untuk proyek pendidikan di AS dan negara lain.
Jakarta, FORTUNE - Ferrari menjual satu unit khusus (one-off) Luce, mobil listrik penuh (fully electric vehicle/EV) pertama Ferrari seharga US$40 juta atau sekitar Rp714 miliar (kurs Rp17.856 per dolar AS) dalam sebuah lelang amal. Produsen mobil sport mewah asal Italia tersebut mengungkapkan, seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung proyek pendidikan bagi generasi muda.
Dikutip dari Reuters, investor miliarder asal AS sekaligus kolektor Ferrari, Herbert A. Wertheim—yang juga seorang optometris dan pendiri perusahaan manufaktur teknologi lensa optik Brain Power Inc.—membeli kendaraan tersebut dalam lelang yang berlangsung selama acara Monterey Car Week.
Lelang yang digelar bekerja sama dengan RM Sotheby's ini dilakukan saat Ferrari berupaya membangun momentum Luce. Model ini diperkenalkan pada Mei lalu sebagai peluncuran produk paling radikal dalam sejarah perusahaan.
Mobil listrik empat pintu dengan lima tempat duduk tersebut dibanderol €550.000 atau sekitar US$638.400. Kehadiran mobil listrik tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar Ferrari, analis, hingga media sosial, terutama terkait desainnya yang dianggap tidak konvensional serta peralihannya dari warisan mesin pembakaran internal Ferrari.
Respons tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana konsumen kaya dan kolektor Ferrari akan menerima mobil Ferrari bertenaga full listrik.
Meski demikian, Ferrari pada bulan lalu mengatakan pihaknya sangat puas dengan pesanan Luce, tanpa mengungkapkan jumlah pesanan yang telah diterima.
Versi khusus yang dilelang tersebut dikenal sebagai “Chassis 0” dan dikembangkan oleh divisi Tailor Made bersama Ferrari Design Centre.
Dengan harga jual mencapai US$40 juta, mobil ini mencetak rekor dunia sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual melalui lelang, menurut Ferrari.
Nilai tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dicatat oleh Ferrari Daytona SP3 one-off, yang terjual seharga US$26 juta dan juga dibeli oleh Wertheim pada tahun lalu.
Ferrari mengatakan hasil lelang akan disalurkan melalui Ferrari Foundation untuk mendukung berbagai proyek pendidikan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Dengan demikian, lelang Chassis 0 tidak hanya menjadi ajang pencatatan rekor harga, tetapi juga menjadi indikator penting bagi Ferrari dalam menguji daya tarik mobil listriknya di kalangan kolektor kelas atas.


















