Shell Lepas 100 Persen Bisnis SPBU di Indonesia ke Sefas Group

- PT Shell Indonesia melepas 100 persen bisnis SPBU di Indonesia kepada Sefas Group, dengan penyelesaian transaksi ditargetkan tahun ini setelah persetujuan regulator dan persyaratan umum terpenuhi.
- Sefas akan mengambil alih penuh jaringan SPBU, pasokan, dan distribusi BBM Shell; merek Shell tetap digunakan melalui lisensi, sementara operasional dijanjikan berjalan bertahap dan aman.
- Sefas, distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, memperkuat kemitraan lama dengan mengambil alih sekitar 200 lokasi SPBU Shell; bisnis pelumas Shell tidak termasuk transaksi.
Jakarta, FORTUNE - PT Shell Indonesia resmi melepas seluruh kepemilikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kepada Sefas Group. Akuisisi tersebut menjadi babak baru bagi bisnis ritel energi Shell di Indonesia setelah perusahaan sebelumnya mengumumkan rencana divestasi bisnis SPBU.
CEO Sefas Group, Ricky Roesli, mengatakan proses akuisisi saat ini masih menunggu persetujuan regulator serta pemenuhan sejumlah persyaratan umum lainnya. Penyelesaian transaksi ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.
“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).
Melalui transaksi tersebut, Sefas akan mengambil alih kepemilikan penuh atas bisnis SPBU Shell di Indonesia. Meski kepemilikan beralih, nama Shell tetap akan menghiasi jaringan SPBU tersebut.
Ricky mengatakan Sefas Group mendapat lisensi untuk tetap menggunakan merek Shell dalam menjalankan bisnis SPBU di Indonesia. Dengan demikian, proses perubahan kepemilikan tidak serta-merta mengubah identitas jaringan SPBU yang selama ini dikenal konsumen.
Sefas juga memastikan proses transisi kepemilikan akan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu kegiatan operasional SPBU.
“Prioritas utama Sefas adalah memastikan proses transisi berjalan lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal,” kata Ricky.
Sefas sudah lama jadi mitra shell

Default Image Ricky mengatakan Sefas Group memiliki hubungan bisnis yang cukup panjang dengan Shell Indonesia, terutama melalui kegiatan distribusi pelumas Shell.
Hubungan tersebut dinilai menjadi modal bagi Sefas untuk mengembangkan bisnis SPBU setelah mengambil alih kepemilikan. Sefas mengklaim telah memiliki pemahaman mengenai pasar Indonesia, kebutuhan pelanggan, serta jaringan bisnis yang dapat mendukung pengembangan ritel energi.
“Kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya. Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang,” ujar Ricky.
Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan Sefas merupakan mitra lama Shell di Indonesia.
“Mereka memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” ujar Andri.
Sebelumnya, pada Mei 2025, Shell mengumumkan rencana mengalihkan seluruh kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia kepada perusahaan patungan baru yang dibentuk oleh Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Pengalihan tersebut mencakup jaringan SPBU Shell sekaligus kegiatan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Namun, bisnis pelumas Shell dikecualikan dari transaksi tersebut dan tetap menjadi bagian dari bisnis Shell yang berkembang di Indonesia.
Dalam perkembangan terbaru, Sefas Group kini menyatakan akan mengakuisisi kepemilikan penuh bisnis SPBU tersebut.
Shell saat ini memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 160 lokasi merupakan SPBU yang dimiliki oleh perusahaan. Shell juga memiliki terminal BBM di kawasan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Dengan rampungnya transaksi nanti, seluruh bisnis SPBU Shell di Indonesia akan berada di bawah kepemilikan Sefas Group, sementara merek Shell tetap digunakan berdasarkan lisensi yang diberikan.



















