Kinerja ENRG Paruh-I 2026: Laba Naik 27 Persen, Ini Penopangnya

- ENRG membukukan penjualan bersih US$283,37 juta pada semester I 2026, naik 19 persen secara tahunan; EBITDA meningkat 25 persen menjadi US$186,27 juta.
- Laba bersih naik 27 persen menjadi US$45,23 juta, didukung kontribusi portofolio aset berproduksi serta penjualan gas bumi yang menyumbang 57,65 persen total penjualan.
- Pelanggan domestik utama mencakup PLN dan Pertamina Patra Niaga, sementara TIS Petroleum menjadi kontributor luar negeri; saham ENRG ditutup naik 0,8 persen ke Rp1.265.
Jakarta, FORTUNE - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan penjualan bersih senilai US$283,37 juta pada semester-I 2026. Angka itu bertumbuh 19 persen (YoY).
Sejalan dengan itu, EBITDA perseroan pun meningkat 25 persen (YoY) dari US$149,22 juta menjadi US$186,27 juta. Laba bersih ENRG juga naik 27 persen (YoY) menjadi US$45,23 juta, dari US$35,72 juta pada semester-I 2025.
Pertumbuhan kinerja itu didukung oleh kontribusi berkelanjutan dari portofolio aset yang telah berproduksi. "Kami terus menerapkan pendekatan yang prudent dalam mengelola sumber daya keuangan dan kebutuhan pendanaan perseroan," kata Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (18/8).
Berdasarkan segmen bisnis, penjualan gas bumi merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan tersebut. Segmen itu mencatatkan penjualan senilai US$163,36 juta atau 57,65 persen dari total penjualan.
Sementara itu, segmen minyak mentah mencetak penjualan sebesar 39,13 persen. Lalu, sisanya adalah penjualan segmen bisnis infrastruktur minyak dan gas bumi.
Dari segi pasar, pelanggan domestik yang menjadi kontributor penjualan terbesar adalah PT Pertamina Patra Niaga, yakni senilai US$43,19 juta dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), yaitu sebesar US$67,41 juta.
Kemudian, dari pasar luar negeri, kontributor utama penjualan ENRG adalah penjualan ke TIS Petroleoum (Asia) Pte. Ltd. asal Singapura.
Ke depannya, perseroan menyatakan akan tetap fokus untuk mengoptimalkan aset yang sudah ada dan melanjutkan berbagai inisiatif pertumbuhan. Sejalan dengan itu, ENRG pun berupaya menjaga pelaksanaan strategi tersebut secara disiplin untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Saham ENRG menguat 0,8 persen ke harga Rp1.265 pada akhir perdagangan Selasa. Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksinya mencapai 70,2 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp90,2 miliar, dan frekuensi transaksi sebanyak 14.200 kali.




















