Laba RISE Melonjak 165% di Tengah Pasar Properti yang Menantang

- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) mencatat pendapatan Rp410,72 miliar pada 2025, naik 12,35% dari tahun sebelumnya berkat peningkatan penjualan properti dan efisiensi operasional.
- Laba tahun berjalan RISE melonjak 165% menjadi Rp92,21 miliar, didorong kenaikan laba usaha serta pengelolaan biaya yang lebih efektif di tengah pasar properti yang menantang.
- Segmen real estat menyumbang 54% pendapatan, sementara kontribusi hospitality menurun; RISE fokus memperkuat recurring income dan monetisasi proyek untuk menjaga arus kas serta stabilitas jangka panjang.
Jakarta, FORTUNE – Emiten properti TANRISE group, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) membukukan pertumbuhan laba signifikan sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi bisnis dan optimalisasi portofolio proyek.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2025, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp410,72 miliar, meningkat sekitar 12,35 persen dibandingkan Rp365,59 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penjualan properti serta kinerja segmen operasional yang lebih optimal.
Secara rinci, penjualan apartemen menunjukkan kenaikan tertinggi sebesar 155 persen secara tahunan. Kinerja segmen ini menyumbang 37 persen dari total pendapatan perseroan di 2025, lebih tinggi dibandingkan kontribusi di tahun sebelumnya sebesar 16 persen.
Meski demikian, pendapatan dari perhotelan menurun, sejalan dengan pengetatan dilakukan oleh pemerintah, sehingga kontribusinya menurun menjadi 44 persen dari total dari 60 persen di 2024.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, perseroan juga berhasil mencatatkan lonjakan profitabilitas yang kuat. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp92,21 miliar, melonjak 165 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan
laba usaha serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan. Selain itu, laba usaha perseroan tumbuh menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan efektivitas pengelolaan biaya.
Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, mengatakan pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat.
“Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).
Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 54 persen atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis Perseroan sebagai pengembang properti.
Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan kontribusi dengan pendapatan berulang (recurring income) yang lebih stabil, terutama seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Memasuki tahun 2026, RISE akan tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar yang kuat, sekaligus mempercepat monetisasi proyek eksisting untuk mendukung arus kas yang lebih sehat.
Di saat yang sama, perseroan juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang, khususnya dari segmen hospitality dan aset komersial, guna memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang. Kombinasi tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi perseroan dalam menjaga kesinambungan kinerja di masa mendatang.
“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang,” kata Budi.
Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio, perseroan menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti.


















