Pendapatan-Laba Bersih ITMG Tumbuh di Paruh-I, Ini Katalisnya

- ITMG membukukan pendapatan US$1 miliar pada semester I 2026, naik 9% secara tahunan, didorong volume penjualan 12,3 juta ton dan kenaikan harga jual rata-rata menjadi US$81 per ton.
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik induk naik 16,52% menjadi US$106 juta, dengan marjin laba bersih meningkat dari 10% menjadi 11%.
- Ekspor ke Tiongkok, Jepang, dan Filipina menjadi kontributor pendapatan terbesar, sementara penjualan domestik turun 15%; produksi semester I turun 5% akibat kenaikan nisbah kupas.
Jakarta, FORTUNE - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan pendapatan senilai US$1 miliar pada semester-I 2026, naik 9 persen dibandingkan periode serupa di 2025.
Pertumbuhan pendapatan itu didukung oleh pertumbuhan volume penjualan sebesar 5 persen (YoY) menjadi 12,3 juta ton pada semester-I 2026, dari 11,7 juta ton pada semester-I 2025. Selain itu, terdapat peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 4 persen (YoY) darii US$78 per ton menjadi US$81 per ton.
"Kenaikan ASP tersebut sejalan dengan harga acuan batu bara yang menguat," demikian dikutip dari keterangan resmi ITMG, Selasa (11/8).
Berdasarkan area, pendapatan terbesar masih berasal dari segmen ekspor. Pendapatan tertinggi diraih dari ekspor ke Tiongkok (US$271 juta), Jepang (US$269 juta), dan Filipina (US$104 juta). Lalu diikuti oleh ekspor ke Thailand, India, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Bangladesh, dan Korea.
Di lain sisi, segmen domestik mencatatkan penjualan senilai US$175 juta, turun 15 persen (YoY) US$205 juta.
Seiring dengan kenaikan pendapatan ITMG, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan pun naik 16,52 persen (YoY) dari US$90,97 juta menjadi US$106 juta. Marjin laba bersih ITMG naik dari 10 persen menjadi 11 persen.
Di tengah pertumbuhan kinerja top-line dan bottom-line, volume produksi batu bara ITMG naik 13 persen (QoQ) pada kuartal-II.
Namun, secara tahunan, volume produksi batu bara perseroan menurun 5 persen (YoY) dari 10,4 juta ton pada paruh-I 2025 menjadi 9,9 juta ton pada paruh-I 2026. Itu karena nisbah kupas atau strip ratio yang meningkat 12 persen.
Selaras dengan itu, beban pokok pendapatan meningkat 7 persen (YoY) pada semester-I 2026, terutama karena kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan batu bara akibat nisbah kupas yang lebih tinggi dan peningkatan biaya bahan bakar.
Beban penjualan juga meningkat dari US$81 juta menjadi US$88 juta sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Di sisi lain, beban keuangan pun turun lebih rendah 32 persen (YoY) menjadi US$4 juta.



















