Penjualan Mobil Tumbuh, Ini Merek-merek yang Naik Ribuan Persen

Penjualan wholesales mobil Indonesia Januari-Juli 2026 mencapai 60,9 persen dari target 850.000 unit, dengan distribusi Juli naik 33,3 persen secara tahunan menjadi 81.115 unit.
Jaecoo alami pertumbuhan tertinggi 17.011,7 persen menjadi 20.534 unit; XPeng, Polytron, Geely, KIA, dan Jetour juga mengalami lonjakan penjualan signifikan.
Toyota tetap memimpin volume distribusi 155.574 unit, diikuti Daihatsu dan Suzuki; BYD naik 81,6 persen, sementara penjualan Honda turun 38,7 persen.
Jakarta, FORTUNE – Pasar otomotif Indonesia menunjukkan sinyal kuat kebangkitan sepanjang Januari-Juli 2026 dengan realisasi penjualan wholesales mencapai 60,9 persen dari target tahunan 850.000 unit yang dipatok Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pemulihan permintaan nasional ini ditopang oleh kinerja distribusi pada Juli 2026 yang melonjak 33,3 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 81.115 unit, serta lompatan penjualan yang signifikan dari sejumlah merek baru yang tengah memperluas penetrasi pasar.
Berdasarkan data Gaikindo, pengiriman kendaraan dari pabrikan ke diler pada Juli 2026 naik 4,5 persen secara bulanan dibandingkan dengan Juni 2026 yang sebanyak 77.603 unit.
Jika dibandingkan dengan periode Juli 2025 yang mencapai 60.837 unit, volume distribusi pada Juli tahun ini meningkat 20.278 unit.
Capaian positif tersebut sejalan dengan optimisme pemerintah terhadap tren pemulihan pasar kendaraan empat roda hingga semester I-2026. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, meyakini total penjualan mobil nasional tahun ini sanggup melampaui target minimal industri.
“Angka yang tadi saya sampaikan 850.000 unit minimal target tahun ini, seharusnya bukan menjadi batas atas,” kata Agus dalam acara GIIAS 2026, Kamis (30/7).
Optimisme pasar tecermin pada lonjakan volume penjualan sejumlah merek yang sedang agresif berekspansi. Jaecoo mengalami lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 17.011,7 persen secara tahunan, dari 120 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 20.534 unit pada periode sama 2026.
Pertumbuhan signifikan juga dibukukan produsen kendaraan listrik asal Cina, XPeng, yang membukukan penjualan 1.682 unit sepanjang Januari-Juli 2026. Angka ini melesat 2.302,9 persen dari periode sama tahun lalu yang sebesar 70 unit.
Polytron turut mencatatkan kenaikan distribusi 1.990,5 persen dari 21 unit menjadi 439 unit.
Kenaikan tiga digit hingga ribuan persen juga dicatatkan oleh merek lainnya.
Geely membukukan penjualan 10.389 unit atau melonjak 861,1 persen dari 1.081 unit pada Januari-Juli 2025. Kemudian KIA mengalami kenaikan 584,3 persen dari 70 unit menjadi 479 unit, serta Jetour tumbuh 448,9 persen dari 333 unit menjadi 1.828 unit.
Pada segmen kendaraan listrik, BYD melanjutkan kinerja positif lewat penjualan wholesales sebanyak 29.826 unit sepanjang Januari-Juli 2026, naik 81,6 persen dari 16.427 unit pada periode sama tahun sebelumnya.
Namun, dari sisi volume, pabrikan asal Jepang masih mendominasi pangsa pasar.
Toyota mencatatkan distribusi 155.574 unit sepanjang Januari-Juli 2026, naik 9 persen dari 142.752 unit pada periode sama pada 2025. Daihatsu tumbuh 17,1 persen menjadi 87.670 unit dari 74.856 unit, sedangkan Suzuki naik 26,5 persen menjadi 41.973 unit dari 33.190 unit.
Mazda relatif stabil dengan pertumbuhan 5,4 persen dari 1.677 unit menjadi 1.767 unit.
Berbeda dari tren kenaikan mayoritas merek Jepang, Honda justru mengalami penurunan penjualan wholesales sebesar 38,7 persen. Distribusi Honda terkoreksi dari 37.916 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 23.260 unit pada periode sama tahun ini.



















