BUVA Ekspansi ke Bisnis Hiburan Bali lewat Investasi KJA

BUVA memperluas bisnis ke hiburan dan gaya hidup Bali melalui investasi di KJA.
Investasi tersebut memberi BUVA akses ke Zumana, destinasi terpadu seluas sekitar 3.500 meter persegi yang dibuka 19 Agustus 2026.
BUVA menargetkan diversifikasi aset pariwisata, hiburan, makanan-minuman, dan gaya hidup seiring perkembangan destinasi wisata di Indonesia.
Jakarta, FORTUNE – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memperluas bisnisnya ke sektor hiburan dan gaya hidup di Bali. Rencana ekspansi bisnis tersebut dilakukan melalui investasi pada PT Kharisma Jawara Abadi (KJA).
Melalui aksi korporasi ini, BUVA memiliki kepemilikan efektif sebesar 16,27 persen di KJA sebagai entitas asosiasi. Adapun KJA memiliki 58,36 persen saham di PT Kharisma Anugrah Jawara Abadi (KAJA Group).
CEO Bukit Uluwatu Villa Satrio mengungkapkan investasi di KJA memungkinkan perseroan mempunyai eksposur terhadap bisnis dan aset yang dikembangkan KAJA Group.
“Investasi kami di KJA memberikan BUVA eksposur strategis terhadap platform perhotelan Indonesia yang mengembangkan dan berpartisipasi dalam destinasi gaya hidup yang terdiferensiasi,” ujar Satrio dalam keterangan resminya.
Table of Content
Zumana resmi beroperasi di Bali
Langkah ekspansi BUVA membuat perseroan mendapat eksposur terhadap sektor hiburan dan gaya hidup milik KAJA Group. Ini termasuk pengembangan destinasi Zumana di kawasan pesisir Kuta, Bali.
Zumana resmi dibuka pada 19 Agustus 2026 di Sunset Bay Kuta, Bali. Zumana dikembangkan melalui kemitraan antara KAJA Group dan Savaya Group di atas lahan sekitar 3.500 meter persegi.
Konsep Zumana menyatukan berbagai aktivitas dalam satu tempat. Mulai dari kegiatan siang hari di tepi pantai, pengalaman kuliner, aktivitas di area kolam renang, pertunjukan musik langsung, hingga hiburan malam.
Menurut Satrio, hadirnya Zumana memperkuat posisi Kuta sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali. Destinasi tersebut juga berpotensi digabungkan dengan platform lokal yang solid.
“Peluncuran Zumana menunjukkan potensi dari penggabungan platform lokal yang kuat dengan operator, desainer, dan mitra kreatif yang diakui secara internasional,” kata Satrio.
Lebih lanjut, Zumana dijadwalkan menyelenggarakan Grand Opening Weekend pada 25–26 September 2026. Acara ini dimeriahkan dengan program musik internasional melalui penampilan dari The Martinez Brothers dan Satori.
Strategi BUVA di bisnis destinasi
Ekspansi bisnis BUVA dianggap sejalan dengan upaya perseroan untuk memperluas eksposur pada aset di sektor hiburan, makanan dan minuman, serta gaya hidup di Indonesia. Fokusnya pada destinasi yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan asing.
Manajemen BUVA meyakini arah pengembangan sektor pariwisata, hiburan, dan gaya hidup di Indonesia semakin meluas dari akomodasi tradisional menuju destinasi terpadu. Transformasi tersebut mencakup hotel, restoran, beach club, hiburan, kebugaran, budaya, dan berbagai pengalaman gaya hidup.
Investasi perusahaan pada KJA dan eksposur terhadap Zumana dinilai sejalan dengan arah strategis yang lebih luas tersebut. Bagi BUVA, pengembangan tersebut dapat menciptakan peluang untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi pariwisata Bali sekaligus melakukan diversifikasi ke berbagai aset berkualitas.
Pengembangan pariwisata berbasis pengalaman
Menurut Satrio, Bali masih menjadi salah satu destinasi pariwisata Indonesia yang paling dikenal secara internasional. Kuta juga berperan penting dalam memperkenalkan Bali kepada wisatawan internasional.
“Bali terus menjadi salah satu pasar pariwisata dan hiburan terpenting di Asia Tenggara, dan perkembangan Kuta menghadirkan peluang penting bagi hadirnya generasi baru hiburan dan gaya hidup,” kata Satrio.
Sepanjang pesisir Kuta berpotensi dikembangkan sebagai destinasi gaya hidup baru. Ini merupakan bagian dari evolusi kawasan tersebut menuju pariwisata bernilai tinggi berbasis pengalaman.
Selanjutnya, BUVA meyakini bahwa kombinasi antara kepemilikan strategis lokal, kemitraan internasional, konsep yang terdiferensiasi, dan fundamental destinasi yang kuat dapat berkontribusi besar pada perkembangan ekosistem pariwisata Bali dalam jangka panjang.
FAQ seputar ekspansi bisnis BUVA
Apa arah baru dari ekspansi bisnis BUVA terbaru? Portofolio bisnis BUVA kini diperluas ke sektor hiburan, makanan dan minuman, serta gaya hidup di Bali melalui investasi di KJA.
Berapa porsi kepemilikan BUVA di bisnis hiburan tersebut? BUVA memiliki kepemilikan efektif sebesar 16,27 persen di KJA sebagai entitas asosiasi. KJA sendiri memiliki 58,36 persen saham di KAJA Group.
Apa saja proyek yang didapatkan dari ekspansi tersebut? Melalui KAJA Group, BUVA memiliki eksposur pada proyek Zumana secara tidak langsung. Destinasi hiburan dan gaya hidup terintegrasi ini resmi dibuka pada 19 Agustus 2026.




















