Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

BUVA Bersiap Rights Issue II, Target Penuhi Minimal Free Float 15%

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), merencanakan rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD) II. Lewat langkah itu, perseroan memproyeksikan pemenuhan ketentuan free float minimal 15 persen bisa dicapai dengan syarat.

Manajemen BUVA menjelaskan, target pemenuhan ketentuan itu hanya akan terpenuhi jika setidaknya terdapat 3,67 persen pemegang saham publik yang melakukan eksekusi atau subscribe terhadap haknya.

"Hal ini menunjukkan ambang batas partisipasi publik yang cukup realistis untuk menjaga likuiditas saham perseroan di pasar," demikian penjelasan manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (19/2).

Dalam pengumuman pada 20 Januari 2026, Manajemen BUVA mengungkap rencana untuk melakukan rights issue II dalam jumlah maksimal 50 miliar saham baru atau 203,11 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Nilai nonimalnya Rp50 per saham.

Setelah pelaksanaan PMHMETD II, perseroan memproyeksikan jumlah modal dan ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat menjadi 74,61 miliar saham atau setara dengan Rp3,73 triliun (dari sebelumnya 24,61 miliar saham atau setara Rp1,23 triliun).

Rencana rights issue tersebut tak disertai dengan penerbitan waran dan akan dilaksanakan dalam bentuk uang. Dana hasil aksi korporasi itu akan perseroan gunakan sebagai belanja modal, termasuk untuk akuisisi perusahaan demi ekspansi anorganik.

"Informasi mengenai calon atau target perusahaan yang direncanakan untuk diakuisisi, termasuk profil usaha, ruang lingkup kegiatan, serta rasionalitas strategis dari rencana transaksi tersebut akan disampaikan secara lengkap dalam prospektus PMHMETD II, dengan tetap memperhatikan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," kata Manajemen BUVA.

Selain itu, perseroan akan membeli lahan, mengembangkan aset serta usaha, juga pembayaran atas kewajiban perseroan ataupun anak usaha dengan dana hasil rights issue itu. Namun, detail lebih lanjut baru akan dipublikasikan setelah rencana rights issue disetujui oleh pemegang saham pada RUPSLB pada 26 Februari 2026.

Sebelum ini, BUVA telah melaksanakan PMHMETD I dengan menerbitkan hampir 4,03 miliar saham baru dan mengantongi dana senilai Rp603 miliar.

Dengan dana itu, BUVA mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bukit Permai Properti (BPP) dari PT Summarecon Bali Indah dan PT Bali Indah Development pada 28 November 2025. Nilai transaksinya berjumlah Rp536,23 miliar. Dalam transaksi itu, perseroan menggunakan dana hasil rights issue senilai Rp416,23 miliar dan kas sebesar Rp119,99 juta.

Jumlah dana PMHMETD I yang masih tersisa untuk pengambilalihan saham BPP adalah Rp0. Sementara itu, jumlah dana PMHMETD I keseluruhan yang masih tersisa sampai saat ini sebesar Rp107,44 miliar. BUVA menggunakan sebagian sisa dana hasil rights issue I itu untuk pengembangan lahan di Pecatu, Bali. Jumlah dana yang direalisasikan untuk tujuan itu adalah Rp76,6 miliar, berupa penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Total Penawaran Surat Utang Negara Tercatat Rp63,06 T, Menyusut 17,6%

19 Feb 2026, 13:18 WIBMarket