Total Penawaran Surat Utang Negara Tercatat Rp63,06 T, Menyusut 17,6%

- Total penawaran surat utang negara (SUN) mencapai Rp63,06 triliun, turun 17,6% dari periode sebelumnya.
- Pemerintah menjual SUN sekitar Rp40 triliun, di atas target indikatif sebesar Rp33 triliun.
- Kementerian Keuangan berencana meningkatkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Negara Syariah (SBNS) dengan tenor di bawah 1 tahun.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penurunan permintaan surat utang negara (SUN) dalam lelang yang berlangsung pada Rabu (18/2) menjadi Rp63,06 triliun. Pada lelang tersebut, pemerintah menjual surat utang sekitar Rp40 triliun, di atas target indikatif sebesar Rp33 triliun.
Total penawaran tersebut lebih rendah 17,6 persen dibandingkan periode lelang 3 Februari 2026 yang mencapai Rp76,58 triliun. Angka ini juga turun dari total penawaran yang masuk pada lelang Surat Utang Negara pada 20 Januari 2026 sebesar Rp82,90 triliun.
Apabila dibandingkan, jumlah penawaran yang masuk memang terus menurun sejak awal tahun ini. Pada 6 Januari 2026, total penawaran yang masuk tercatat Rp90,96 triliun.
Melansir laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jumlah surat utang yang dilelang pada Rabu kemarin mencakup 9 seri yakni SPN01260322 (new issuance), SPN03260521 (new issuance), SPN12270204 (reopening), FR0109 (reopening), FR0108 (reopening), FR0106 (reopening), FR0107 (reopening), FR0102 (reopening) dan FR0105 (reopening).
Apabila diperinci, jumlah penawaran yang masuk meliputi SPN01260322 (new issuance) sebesar Rp700 miliar, SPN03260521 (new issuance) senilai Rp300 miliar, SPN12270204 (reopening) sebesar Rp4,77 triliun , FR0109 (reopening) senilai Rp24,16 triliun, FR0108 (reopening) sebesar Rp21,07 triliun, FR0106 (reopening) sebesar Rp4,33 triliun, FR0107 (reopening) sebesar Rp3,29 triliun, FR0102 (reopening) senilai Rp 2,23 triliun, dan FR0105 (reopening) sebesar Rp2,18 triliun.
Pada 2026 sendiri, Direktur Jenderal Pembiayaan Anggaran dan Manajemen Risiko Kemenkeu, Suminto, menjelaskan bahwa Kemenkeu berencana meningkatkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Negara Syariah (SBNS) dengan tenor di bawah 1 tahun.
“Dari sisi pemerintah memiliki fleksibilitas yang lebih baik untuk kebutuhan pembiayaan dan manajemen kas yang efisien, dan secara bersamaan market memiliki instrumen yang lengkap,” ujarnya dalam konferensi Pers APBN Kita, dikutip Kamis (19/2).
















