Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Daftar Saham yang Berpotensi Naik selama Ramadan 2026

ilustrasi pergerakan saham
ilustrasi pergerakan saham (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)
Intinya sih...
  • Saham konsumer dan ritel berpotensi terdorong lonjakan belanja menjelang Lebaran.
  • Transportasi dan infrastruktur mendapat katalis dari arus mudik dan mobilitas tinggi.
  • Faktor biaya, nilai tukar, dan sentimen global tetap memengaruhi pergerakan saham.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Penetapan 1 Ramadan 1477 Hijriah menandai dimulainya periode musiman yang kerap memengaruhi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Muhammadiyah menetapkan awal puasa 2026 pada 18 Februari, sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama pada 19 Februari. Bagi pasar modal, Ramadan hingga Idul Fitri identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, mobilitas, dan transaksi ritel.

Secara historis, periode ini menjadi katalis jangka pendek bagi emiten yang memiliki eksposur langsung terhadap belanja masyarakat. Lonjakan kebutuhan pangan, sandang, transportasi, hingga transaksi keuangan membentuk rotasi sektor yang cenderung berulang setiap tahun, meski dampaknya tidak selalu merata.

Berikut deretan saham yang berpotensi naik selama Ramadan 2026 berdasarkan sektor dan katalis bisnisnya.

Table of Content

1. Ritel dan minimarket

1. Ritel dan minimarket

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)

Operator jaringan Alfamart ini memiliki eksposur langsung terhadap lonjakan belanja harian dan kebutuhan pokok. Menjelang Lebaran, peningkatan transaksi di gerai ritel modern biasanya terjadi seiring pencairan THR dan persiapan mudik.

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES)

Perusahaan ritel perlengkapan rumah tangga ini berpotensi terdorong tradisi bersih-bersih dan pembenahan rumah sebelum Hari Raya Idul Fitri. Permintaan produk rumah tangga dan kebutuhan musiman menjadi katalis tambahan transaksi.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS)

Segmen menengah bawah yang menjadi basis pelanggan RALS umumnya mengalami peningkatan belanja pakaian dan kebutuhan Lebaran menjelang Idul Fitri.

2. Konsumer primer dan FMCG

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)

Permintaan mi instan dan makanan kemasan cenderung meningkat selama Ramadan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun persiapan mudik.

PT Mayora Indah Tbk. (MYOR)

Produk biskuit, kopi, dan makanan ringan sering menjadi bagian dari hampers serta konsumsi keluarga saat Ramadan dan Lebaran.

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY)

Permintaan produk dairy dan minuman siap konsumsi berpotensi naik selama bulan puasa, terutama untuk kebutuhan berbuka.

3. Peternakan dan protein

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN)

Konsumsi daging ayam dan produk olahan meningkat menjelang Lebaran, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan industri makanan.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Sebagai produsen pakan dan produk protein hewani, JPFA memiliki eksposur terhadap kenaikan permintaan daging ayam dan turunannya.

4. Fashion dan lifestyle

PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI)

Belanja fashion dan produk lifestyle meningkat saat pencairan THR. Aktivitas pusat perbelanjaan biasanya naik dua hingga tiga pekan sebelum Lebaran.

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA)

Penjualan pakaian dan perlengkapan olahraga berpotensi terdorong oleh belanja musiman menjelang Hari Raya Idul Fitri.

5. Transportasi dan infrastruktur

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)

Arus mudik dan balik meningkatkan volume lalu lintas di jalan tol. Pada periode Lebaran 2025, tercatat melibatkan lebih dari 154,62 juta pergerakan orang, mencerminkan besarnya mobilitas domestik.

Kenaikan mobilitas juga tercermin pada konsumsi energi. Pada mudik Lebaran 2025, untuk daerah Jawa Tengah dan DIY sendiri tercatat konsumsi Pertamax naik 77 persen dibandingkan hari normal, menunjukkan lonjakan aktivitas perjalanan.

Saham lain yang berpotensi menguat selama Ramadan di sektor ini antara lain BIRD, WEHA, serta GOTO. Saham-saham tersebut diuntungkan oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas distribusi barang sepanjang periode Ramadan.

6. Perbankan dan keuangan

Pencairan THR meningkatkan transaksi ritel, transfer dana, serta pembayaran digital. Bank-bank besar seperti BBCA, BMRI, dan BBNI memiliki basis transaksi ritel luas sehingga berpotensi mencatat kenaikan pendapatan berbasis komisi selama periode ini.

7. Teknologi dan gadget

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA)

Momentum bagi-bagi angpao saat Imlek dan pencairan THR menjelang Lebaran sering dialokasikan untuk pembelian atau pembaruan perangkat elektronik, termasuk ponsel.

Faktor risiko yang perlu dicermati

Meski saham yang berpotensi naik selama Ramadan umumnya berasal dari sektor konsumsi dan mobilitas, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja emiten.

Pertama, tekanan biaya bahan baku seperti CPO, gula, gandum, dan energi dapat menggerus margin jika tidak sepenuhnya diteruskan ke harga jual. Kedua, kondisi fiskal dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan beban impor bahan baku.

Selain itu, kondisi deflasi menjelang periode konsumsi tinggi dapat mencerminkan permintaan yang belum sepenuhnya pulih. Sentimen global seperti arah suku bunga dan arus dana asing juga tetap memengaruhi volatilitas IHSG, terlepas dari katalis musiman domestik.

Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi periode yang secara historis meningkatkan aktivitas ekonomi domestik. Emiten dengan eksposur langsung terhadap konsumsi rumah tangga, mobilitas, dan transaksi ritel menjadi perhatian pelaku pasar dalam fase ini.

FAQ seputar saham yang berpotensi naik selama Ramadan 2026

Sektor apa yang paling diuntungkan saat Ramadan?

Sektor konsumer, ritel, transportasi, dan perbankan memiliki eksposur langsung terhadap kenaikan konsumsi dan mobilitas.

Mengapa saham bisa naik saat Ramadan?

Ekspektasi peningkatan penjualan dan transaksi selama Ramadan membentuk sentimen positif di pasar.

Apakah semua saham di sektor tersebut pasti naik?

Tidak, respons saham bergantung pada fundamental, margin, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More

Chainalysis: Penggunaan Kripto oleh Sindikat Perdagangan Manusia Naik 85%

18 Feb 2026, 13:14 WIBMarket