Chandra Asri Kebut Pembangunan Pabrik CA-EDC, Progresnya Capai 80%

Fasilitas CA-EDC milik PT Chandra Asri Alkali telah mencapai 80 persen pembangunan dan ditargetkan siap beroperasi pada 2027.
Investasi US$800 juta mencakup pemasangan peralatan utama serta pembangunan jetty, jetty trestle, dan fasilitas penyimpanan.
Fasilitas ini ditargetkan memproduksi soda kaustik cair dan EDC, mendukung kebutuhan bahan kimia nasional, pasar ekspor, serta lapangan kerja.
Jakarta, FORTUNE - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) hampir merampungkan proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) dengan realisasi progres pembangunan 80 persen. Adapun, operasional pabrik tersebut ditargetkan terealisasi pada 2027.
Pabrik yang dikelola anak usaha TPIA yakni PT Chandra Asri Alkali (CAA) dengan investasi mencapai US$800 juta ini pun segera memasuki tahap pemasangan komponen utama yang akan mendukung proses produksi.
Pemasangan peralatan utama mencakup process vessels, heat exchangers, pumps, compressors, dan absorption towers. Peralatan tersebut menjadi penting dalam pembentukan sistem proses produksi CA-EDC. Pembangunan infrastruktur penunjang, mulai dari jetty, jetty trestle, hingga fasilitas penyimpanan, juga terus dilakukan untuk mendukung kebutuhan logistik dan distribusi produk saat fasilitas mulai beroperasi.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan, pemasangan peralatan utama menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pembangunan CA-EDC menuju kesiapan operasional.
"Pada tahap ini, fokus kami adalah memastikan setiap tahapan konstruksi dan instalasi berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan standar keselamatan, kualitas, dan keandalan fasilitas," ujar dia dalam siaran pers, Selasa (29/9).
Setelah memasuki tahap operasional, pabrik CA-EDC tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 827 ribu ton soda kaustik cair dan 500 ribu to EDC per tahun. Kapasitas itu pun akan mendukung kebutuhan bahan kimia bagi berbagai sektor industri nasional.
Soda kaustik digunakan dalam berbagai proses industry, termasuk pengolahan air, pembuatan sabun serta deterjen, dan pengolahan pemurnian mineral. Dengan demikian hasil produksinya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor, dengan proyeksi subsitusi impor soda kaustik senilai hingga sekitar US$293 juta per tahun.
Sementara EDC bisa digunakan sebagai bahan baku dalam rantai produksi PVC yang digunakan untuk berbagai kebutuhan industri dan infrastruktur. Produksiannya pun diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, yang mana berpotensi menghasilkan devisa hingga US$300 juta per tahun.
"Dengan kapasitas tersebut, CA-EDC diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan kimia nasional," kata Erwin dalam keterangann tertulis, Selasa (29/9).
Erwin menambahkan, fasilitas ini diperoyeksikan melibatkan sekitar 3.500 pekerja di berbagai tahap konstruksi. Kemudian setelah beroperasi penuh, berpotensi menyerap sekiar 250 lapangan kerja baru.
"Kemajuan pembangunan CA-EDC menunjukkan bagaimana sebuah proyek industri dibangun secara bertahap untuk mencapai kesiapan operasional. Kami berharap fasilitas ini nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas," pungkas Erwin.



















