Indomobil dan Ambisi Membesarkan Hongqi di Pasar Luxury RI

- Indomobil melihat kepemilikan kendaraan Indonesia masih rendah dibanding Malaysia dan Thailand, sehingga pasar dinilai punya ruang pertumbuhan jangka panjang meski menghadapi tantangan infrastruktur dan daya beli.
- Pasar otomotif mulai pulih setelah kuartal pertama melambat; penjualan Agustus naik sekitar 20 persen tahunan, sementara pertumbuhan kumulatif berada di kisaran 13-14 persen.
- Hongqi resmi meluncur pada Agustus 2026, mulai mengirim hampir 40 unit pada September, serta mengandalkan Hongqi House Mampang, layanan purna jual, dan rencana diler kedua di PIK 1.
Jakarta, FORTUNE - Indomobil Group masih menyadari adanya ruang pertumbuhan pada pasar otomotif Indonesia. Di tengah persaingan merek yang kian menekan, kelompok otomotif tersebut menaruh taruhan pada segmen premium melalui Hongqi, merek kendaraan mewah asal Cina.
Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri, mengatakan keputusan membawa dan mengembangkan Hongqi di Indonesia tidak semata-mata didasarkan pada kondisi pasar otomotif saat ini. Menurutnya, prospek industri otomotif Indonesia perlu dilihat dalam perspektif jangka panjang, terutama karena tingkat kepemilikan kendaraan nasional masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara.
“Indonesia itu masih sangat invasif di pasar otomotif. Kepemilikan kendaraan di Indonesia masih sangat rendah kalau dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand,” kata Andrew di Hongqi House Mampang, Jakarta, Jumat (25/9).
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan besarnya ruang pertumbuhan pasar otomotif nasional. Bahkan, dengan mempertimbangkan jumlah penduduk dan produk domestik bruto (GDP), Andrew menilai pasar kendaraan Indonesia semestinya sudah berada pada kisaran 1,5 juta unit per tahun.
Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan pemain otomotif tetap berani menanamkan investasi besar di Indonesia. Menurut Andrew, keputusan sejumlah produsen global membangun kapasitas produksi besar di Tanah Air menunjukkan mereka tidak hanya mengejar penjualan jangka pendek.
“Mereka melihatnya untuk jangka panjang. Indonesia sangat berpotensi dan masih panjang sekali,” katanya.
Meski demikian, Andrew mengakui pasar otomotif Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur hingga fluktuasi daya beli dan kepercayaan konsumen. Pergerakan pasar pun tidak selalu berada dalam tren kenaikan.
Namun, ia melihat kondisi pasar mulai menunjukkan pemulihan. Setelah kuartal pertama yang relatif lambat, penjualan mulai membaik pada kuartal kedua dan berlanjut pada kuartal ketiga.
Andrew menyebut kenaikan penjualan pada Agustus mencapai sekitar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, pertumbuhan pasar disebut berada pada kisaran 13-14 persen.
“Sedikit penyesuaian, sedikit lebih banyak customer confidence, saya pikir market akan baik,” ujar Andrew.
Optimisme Hongqi Indonesia

Hongqi House Mampang, rumah pertama Hongqi di Indonesia, menjadi penanda babak baru perjalanan Hongqi bersama Indomobil Group di Tanah Air. Kehadirannya akan membawa pengalaman Hongqi lebih dekat kepada konsumen Indonesia. (dok. Hongqi Indonesia) Optimisme terhadap pasar tersebut berjalan beriringan dengan strategi Indomobil mengembangkan Hongqi di Indonesia. Merek yang mengusung citra kendaraan mewah itu resmi meluncur di Indonesia pada Agustus 2026, setelah proses persiapan dan pemenuhan persyaratan berlangsung cukup panjang.
Andrew mengatakan keterlambatan peluncuran bukan berarti Indomobil mengurangi komitmennya terhadap Hongqi. Sebaliknya, perusahaan memilih memastikan berbagai persiapan dilakukan sebelum merek tersebut masuk ke pasar Indonesia.
Setelah peluncuran, Hongqi mulai melakukan pengiriman kendaraan kepada konsumen. Andrew menyebut pengiriman telah dimulai dan pada September jumlahnya telah mendekati 40 unit, dengan potensi mencapai sekitar 50 unit pada bulan berjalan.
Namun, membesarkan Hongqi tidak hanya dilakukan melalui penjualan kendaraan. Indomobil bersama Hongqi juga membangun Hongqi House Mampang sebagai gerai pertama di Indonesia. Konsep tersebut dirancang lebih dari sekadar diler, dengan mengedepankan pendekatan hospitality dan pengalaman personal bagi konsumen.
Penamaan Hongqi House pun mencerminkan strategi tersebut. Hongqi ingin menjadikan tempat itu sebagai “a second home” bagi pelanggan dengan ruang yang nyaman untuk datang bukan hanya ketika hendak membeli atau melihat kendaraan, tetapi juga untuk menikmati pengalaman yang ditawarkan brand.
“Penamaan Hongqi House selaras dengan konsep yang ingin kami bangun di Indonesia, yaitu menghadirkan Hongqi lebih dekat dengan konsumen, dimulai dari Mampang sebagai rumah pertama kami,” kata Andrew.
Pendekatan tersebut membuat pengalaman kepemilikan menjadi bagian penting dari strategi brand. Terinspirasi dari budaya kemewahan Cina, Hongqi House menawarkan pelayanan yang lebih personal dan eksklusif. Konsumen dapat mengenal kendaraan, berinteraksi dengan tim, sekaligus menikmati hospitality yang dirancang sebagai bagian dari perjalanan bersama Hongqi.
Keseriusan tersebut juga diperkuat melalui layanan purna jual. Hongqi menyiapkan layanan purna jual yang komprehensif agar konsumen memperoleh dukungan sepanjang masa kepemilikan kendaraan.




















