Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Konsep Co-Living Jadi Solusi Investasi Properti dan Interior

3 min read
Konsep Co-Living Jadi Solusi Investasi Properti dan Interior
Rifyo, PDW dan Profindo berkolaborasi menghadirkan Rifyo Design Epicenter dalam gelaran IFFINA 2026/Dok Fortune IDN
  • Keterbatasan lahan dan mahalnya properti Jakarta mendorong co-living, hunian terpadu dengan kamar, ruang bersama, fasilitas, desain, dan komunitas bagi generasi muda yang mobile.
  • Data Cove Indonesia mencatat minat konversi aset menjadi co-living naik 40 persen pada 2026; tren ini diproyeksikan makin marak di kota besar.
  • Compact living meningkatkan kebutuhan furniture multifungsi dan premium; Rifyo, PDW, serta Profindo menampilkan konsep co-lifestyle pada pameran IFFINA 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Keterbatasan lahan dan tingginya harga properti di pusat kota menciptakan paradoks baru dalam pemilihan hunian di Jakarta. Kondisi ini mendorong lahirnya model co-living atau co-lifestyle sebagai jalan tengah, sekaligus memicu lonjakan minat konversi aset properti hingga 40 persen pada 2026.

Model co-living menawarkan paket hunian terpadu. Penyewa tidak sekadar menyewa kamar, tetapi juga memperoleh akses ke ruang bersama, fasilitas, desain terintegrasi, hingga komunitas. Fenomena ini kian diminati seiring meningkatnya mobilitas generasi muda yang membutuhkan tempat tinggal strategis di dekat pusat kota dan kawasan bisnis.

Data Cove Indonesia menunjukkan minat pemilik tanah maupun bangunan mengonversi aset menjadi co-living mengalami kenaikan 40 persen pada 2026. Pada saat yang sama, segmentasi pasar hunian perkotaan bergerak semakin spesifik.

Design Director PDW Architects, M. Archica Danisworo, menilai tren co-living akan semakin marak di kota-kota besar. Menurutnya, konsep ini meredefinisi fungsi ruang tinggal menjadi tempat untuk terhubung, bekerja, bersosialisasi, serta mendukung kesejahteraan.

“Jakarta ini semua serba mahal, [karena] tanah sudah mahal. Pasangan muda membeli rumah di Jakarta sudah hampir mustahil. Apartemen juga udah mahal. Nah, sekarang yang banyak berkembang itu adalah konsep co-living atau co-lifestyle. Bedanya apa dengan apartemen? Kalau co-living itu seperti perpaduan antara apartemen dan kos-kosan,” jelas Archi saat diskusi media pada Media Gathering Rifyo Group pada gelaran indonesian Furniture Industry and Handicraft Association (IFFINA) 2026 di Jakarta, Jumat (25/9).

Pergeseran pola hidup ini turut mengubah cara masyarakat memandang fungsi hunian. Kamar tidak lagi sekadar tempat tidur dan menyimpan barang, melainkan menjadi ruang bekerja, beristirahat, hingga membangun identitas diri.

Riset Euromonitor bertajuk Home Furnishings in Indonesia 2026 menempatkan compact living sebagai perkembangan menentukan. Kebutuhan terhadap produk furniture multifungsi yang mampu menjawab keterbatasan ruang perkotaan kini menjadi sebuah keharusan.

Dalam hunian co-living, keterbatasan luas ruang menuntut setiap elemen perabot memiliki fungsi yang presisi. Sofa dan kursi kerja dituntut menunjang kenyamanan untuk durasi yang lebih panjang. Di titik inilah pemilihan furniture premium menjadi faktor kunci.

Rifyo hadir sebagai solusi penyedia integrated design and premium furniture. Chairman & Chief Business Architect Rifyo Group, Robert Manan, menjelaskan penggunaan furniture premium dapat menjadi nilai investasi tersendiri bagi pemilik properti melalui desain ikonik, timeless design, serta nilai jual kembali (resale value).

“Furniture adalah fashion daripada interior. Dan kalau kita pakai branded furniture, orang melihat sudah tahu bahwa ini ikonik dan sesuatu desain yang menarik pasti timeless. Jadi, koleksi dan resale value-nya ada,” kata Robert.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Rifyo mengusung portofolio merek internasional terkemuka, seperti MillerKnoll, Herman Miller, Knoll, HAY, Muuto, Ligne Roset, USM, Walter Knoll, &Tradition, Shaw Contract, dan Hoshina. Bagi Rifyo, desain bertugas mendukung delapan aspek kehidupan manusia: hidup (live), bekerja (work), terhubung (connect), bersantap (dine), menginap (stay), belajar (learn), memulihkan diri (heal), dan bermain (play).

Merespons perubahan pasar tersebut, Rifyo berkolaborasi dengan PDW dan Profindo menghadirkan pameran Rifyo Design Epicenter dalam gelaran IFFINA 2026 di NICE PIK 2 pada 24–27 September 2026. Melalui konsep “Indonesia’s New Co-Lifestyle”, kolaborasi ini mengeksplorasi bagaimana berbagai aktivitas harian dapat hadir secara alami dalam satu lingkungan hunian terpadu.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More