BTN Telah Ciptakan 863 Pengembang Properti Baru Via Program Khusus

Sektor properti menyumbang 10 persen terhadap PDB Indonesia pada 2024 dan diproyeksikan naik pada 2025.
Pembiayaan mencapai Rp35,3 miliar pada 2025 bagi alumni untuk proyek perumahan nasional.
Program hasil kolaborasi BTN dan SBM ITB ini dirancang aplikatif.
Jakarta, FORTUNE – Knight & Frank Indonesia melaporkan kontribusi sektor properti terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 10 persen pada 2024 dan berpotensi naik menjadi 11,5 persen pada 2025.
Proyeksi ini didukung oleh pertumbuhan sektor residensial dan komersial yang diperkirakan tumbuh sekitar 15 persen hingga 18 persen pada 2025. Itu dibarengi dengan potensi kenaikan pembiayaan KPR yang didukung oleh insentif pemerintah dalam sektor properti hingga kemudahan kredit dan stabilnya suku bunga.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.434,3 triliun pada kuartal III-2025. Dari nilai tersebut, sektor perumahan dan kawasan industri menyumbang Rp105,2 triliun. Hal itu tergambar dalam Seminar "Property Outlook 2026: Turning Market Insights into Business Opportunities" yang diselenggarakan di Jakarta (28/3).
Dalam kaitan ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berupaya mendukung sektor properti dengan menghadirkan program "Mini MBA in Property" yang telah dilaksanakan sejak 2016 hingga 2025. Bahkan, program ini telah menciptakan 863 pengembang baru dalam sembilan tahun perjalanannya.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan program ini digelar demi melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN. Pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN. " ujar Hermita di sela Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (28/3).
BTN salurkan pembiayaan Rp35,3 miliar ke pengembang baru

Program yang merupakan hasil kolaborasi Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut memberikan pembelajaran lengkap sekaligus simulasi nyata menjadi pengembang berkualitas.
Untuk 2025, BTN mencetak 71 pengembang baru melalui program "Mini MBA in Property" untuk Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar. Sepanjang 2025, alumni program ini telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.
Hermita melanjutkan, sektor properti masih memiliki potensi besar karena kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah. Selain itu, saat ini pemerintah memberikan dukungan kuat mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.
Penyelenggaraan program dimaksud, menurut Hermita, menjadi langkah perusahaannya untuk meningkatkan kualitas perumahan di Indonesia dan mendorong perekonomian nasional. Pasalnya, rumah merupakan sektor padat modal dan menggunakan 90 persen bahan lokal.
"Bahkan, untuk setiap Rp1 triliun modal masuk ke sektor perumahan, maka akan menambah 8.000 tenaga kerja," ujar Hermita.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Donald Crestofel Lantu, mengatakan program yang akan menginjak 10 tahun berjalan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif.
“Melalui metode studi kasus dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor," kata Donald.
Seluruh peserta telah melalui proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka dengan kurikulum hasil kolaborasi antara HFC BTN dan SBM ITB.


















