Hyundai Pamerkan Ioniq 9 dan Prototipe SUV EV Rakitan Lokal di GIIAS 2026

- Hyundai membuka pemesanan Ioniq 9 di GIIAS 2026 seharga Rp1,49 miliar, SUV listrik premium berdaya 427,7 PS dengan jarak tempuh klaim hingga 734 kilometer.
- Hyundai memperkenalkan prototipe NEIRA, SUV listrik tujuh penumpang yang direncanakan diproduksi lokal di HMMI untuk pasar massal; spesifikasi lengkapnya akan diumumkan saat peluncuran resmi.
- Pameran Hyundai juga menampilkan Ioniq 3, Staria Electric, Staria Hybrid, dan Palisade terbaru, melengkapi portofolio ICE, hybrid, serta kendaraan listrik di Indonesia.
Tangerang, FORTUNE – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk menggarisbawahi strategi elektrifikasinya di Indonesia. Tidak hanya membuka pemesanan SUV listrik premium Ioniq 9, Hyundai juga memperkenalkan NEIRA, prototipe SUV listrik tujuh penumpang yang akan diproduksi secara lokal di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).
Kehadiran kedua model tersebut menunjukkan strategi Hyundai yang menyasar dua segmen sekaligus, yakni pasar kendaraan listrik premium melalui Ioniq 9 dan segmen massal lewat NEIRA yang disiapkan sebagai SUV keluarga rakitan Indonesia.
President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, mengatakan GIIAS menjadi momentum penting bagi perusahaannya untuk menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan mobilitas di Indonesia.
"Oleh karena itu, Hyundai terus menghadirkan salah satu jajaran kendaraan paling komprehensif di pasar, dengan portofolio ICE, hybrid, dan electric vehicle yang seimbang," kata Kenny Lee saat konferensi pers di GIIAS 2026, Rabu (29/7).
Sorotan utama Hyundai tahun ini adalah Ioniq 9, SUV listrik premium yang menjadi model flagship kendaraan listrik Hyundai. Selama GIIAS 2026, Hyundai mulai membuka pemesanan kendaraan tersebut dengan harga Rp1,49 miliar.
Ioniq 9 dibekali baterai berkapasitas 110,3 kWh dan sistem penggerak all-wheel drive (AWD). Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga hingga 427,7 PS dan torsi 700 Nm.
Hyundai mengklaim SUV listrik tersebut mampu menempuh jarak hingga 734 kilometer berdasarkan standar NEDC. Akselerasi dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam diklaim dapat dicapai dalam waktu 5,2 detik.
Mobil ini juga mengadopsi arsitektur kelistrikan 800 volt yang mendukung pengisian cepat DC dari kapasitas baterai 10 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 24 menit pada kondisi optimal.
Untuk menunjang kenyamanan, Ioniq 9 dilengkapi berbagai fitur premium seperti kursi elektrik pada baris kedua, Digital Side Mirrors, serta kabin yang dirancang untuk perjalanan keluarga.
Siapkan SUV listrik rakitan indonesia

Selain menghadirkan model premium, Hyundai juga memperkenalkan NEIRA, SUV listrik tujuh penumpang yang masih berstatus prototipe dan direncanakan diproduksi di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.
Nama NEIRA diambil dari Banda Neira. Hyundai menyebut kendaraan tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia yang membutuhkan SUV dengan kabin lega sekaligus mendukung transisi menuju kendaraan listrik.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan NEIRA akan diposisikan sebagai kendaraan listrik tujuh penumpang yang menyasar pasar massal.
"Kami pastikan harganya akan menarik untuk pasar Indonesia," ujar Fransiscus.
Meski demikian, Hyundai masih menutup rapat spesifikasi teknis kendaraan tersebut. Menurut Soerjopranoto, seluruh informasi mengenai performa, fitur, hingga konfigurasi akan diumumkan saat peluncuran resmi.
"Saya belum bisa jelaskan sekarang," katanya.
Ia menambahkan, meski masih berstatus prototipe, desain maupun spesifikasi NEIRA sebenarnya sudah mendekati versi produksi massal. Penyesuaian yang tersisa terutama berkaitan dengan kesiapan pemasok komponen dan proses manufaktur.
Lengkapi portofolio elektrifikasi
Selain Ioniq 9 dan NEIRA, Hyundai juga menampilkan Ioniq 3 sebagai special display yang memperlihatkan arah desain mobil listrik kompak Hyundai di masa depan. Model tersebut mengusung desain Aero Hatch dengan siluet aerodinamis serta identitas pixel lighting yang menjadi ciri khas keluarga Ioniq.
Hyundai juga memperkenalkan Staria Electric yang menggunakan baterai berkapasitas 84 kWh dan motor listrik bertenaga 218 PS. MPV premium tersebut mengusung sistem kelistrikan 800 volt yang mendukung pengisian cepat DC hingga 350 kW, dengan waktu pengisian baterai dari 10 persen menjadi 80 persen sekitar 20 menit dalam kondisi optimal.
Jarak tempuhnya diklaim mencapai 544 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Bersamaan dengan itu, Hyundai menghadirkan Staria Hybrid sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai.
Kedua model tetap mempertahankan konfigurasi kabin premium dengan VIP Captain Seat, sistem audio Bose 12 speaker, fitur Interior Vehicle-to-Load (V2L), serta ruang kabin yang dirancang untuk kebutuhan keluarga maupun bisnis.
Khusus Staria Hybrid, Hyundai menambahkan panoramic roof di bagian belakang dan sunroof di bagian depan.
Pada segmen SUV premium, Hyundai juga membawa Palisade terbaru yang kini dilengkapi fitur Dynamic Body Care pada captain seat baris kedua.
Fitur tersebut memungkinkan penumpang mengatur mode pijat, area pijatan, hingga tingkat intensitasnya.
Hyundai juga menambahkan emergency warning lamp pada tailgate untuk meningkatkan keselamatan saat pintu bagasi terbuka.




















