LiuGong Bangun Pabrik Alat Berat EV, Tahap I Investasi Rp1,3 Triliun

LiuGong memulai pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park di Karawang dengan investasi tahap awal Rp1,3 triliun untuk pabrik alat berat elektrik pertama di Indonesia, ditargetkan beroperasi pada semester I-2027.
Pabrik seluas 27 hektare ini akan memproduksi excavator dan wheel loader listrik, beralih dari sistem CKD menuju manufaktur lokal guna meningkatkan TKDN serta memperkuat ekosistem industri alat berat nasional.
Fasilitas dilengkapi pusat R&D dan kerja sama dengan UGM untuk transfer teknologi serta pelatihan tenaga kerja lokal, menjadikan Indonesia basis produksi global LiuGong di sektor alat berat elektrik.
Karawang, FORTUNE – Produsen alat berat asal Cina, LiuGong, memulai pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Jawa Barat. Pada tahap pertama, perusahaan menggelontorkan investasi 500 juta yuan atau sekitar Rp1,3 triliun untuk membangun pabrik alat berat elektrik pertama di Indonesia.
Pabrik tersebut menjadi bagian dari komitmen investasi jangka panjang LiuGong di Indonesia yang secara keseluruhan mencapai US$317 juta atau sekitar Rp5,2 triliun. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada semester I-2027 dan akan menjadi basis produksi LiuGong untuk kawasan Asia Pasifik, sekaligus memasok produk ke pasar Amerika Utara dan Eropa.
Chairman of Guangxi LiuGong Group Co., Ltd. dan Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd., Zheng Jin, mengatakan pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park mencerminkan keseriusan perusahaan memperluas bisnis di Indonesia dan kawasan ASEAN.
"Indonesia Green Smart Industrial Park mencerminkan komitmen jangka panjang LiuGong terhadap pasar Indonesia. Kami akan terus memperdalam kemitraan di Indonesia dan kawasan ASEAN, mendorong inovasi melalui kolaborasi yang terbuka, serta bekerja sama dengan para mitra industri untuk mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan dan transformasi hijau di kawasan," kata Zheng Jin saat peletakan batu pertama pabrik LiuGong Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/7).
Proyek ini akan dikembangkan dalam tiga tahap. Pada fase pertama, LiuGong membangun lini produksi excavator dan wheel loader dengan kapasitas mencapai 5.000 unit excavator dan 500 unit wheel loader per tahun. Seluruh wheel loader yang diproduksi merupakan kendaraan listrik (EV), sementara excavator akan terdiri atas model listrik dan diesel.
President Director LiuGong Machinery Indonesia, Levi Lin, menjelaskan pabrik berdiri di atas lahan seluas 27 hektare. Namun, pembangunan tahap pertama baru memanfaatkan sekitar 5-6 hektare.
"Tahap pertama mencakup satu gedung perkantoran dan workshop dengan luas sekitar 20.000 meter persegi,” kata Levi.
Berawal dari CKD, beralih ke manufaktur lokal
Levi mengungkapkan pada tahap awal perusahaan masih menggunakan skema completely knocked down (CKD) dengan mengimpor komponen dari Cina untuk kemudian dirakit di Indonesia. Namun, strategi tersebut hanya bersifat sementara.
"Kami akan mengembangkan mitra, vendor, dan pemasok lokal. Dalam tiga tahun ke depan kami akan beralih dari CKD menuju manufaktur yang lebih banyak menggunakan komponen lokal sehingga tingkat TKDN akan terus meningkat," ujarnya.
Menurut Levi, tujuan investasi LiuGong tidak sekadar membangun fasilitas perakitan, melainkan menciptakan ekosistem industri alat berat nasional.
"Kami datang ke sini bukan hanya membangun pabrik, tetapi membangun ekosistem. Kami ingin mengembangkan industri hilir alat berat Indonesia dengan mengajak pemasok berinvestasi dan bekerja sama dengan mitra lokal," katanya.
Ia menambahkan sebagian produksi dari pabrik Karawang akan dipasarkan di Indonesia, sementara sebagian lainnya ditujukan untuk ekspor, termasuk ke Amerika Serikat dan Eropa.
Dilengkapi pusat riset dan pengembangan
Selain fasilitas produksi, Indonesia Green Smart Industrial Park juga akan dilengkapi pusat riset dan pengembangan (Research and Development/R&D). Vice Chairman and President of Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd., Luo Guobing, mengatakan kawasan tersebut dirancang sebagai platform industri hijau yang mengintegrasikan manufaktur, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi industri.
"LiuGong akan mendirikan Indonesia Product Application Research and Development (R&D) Center serta bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk mendorong transfer teknologi dan mengembangkan talenta lokal. Kami berharap inisiatif ini memberikan dorongan baru bagi pengembangan industri alat berat Indonesia yang berkelanjutan," ujar Luo.
Sebagai bagian dari strategi lokalisasi, LiuGong juga memperkuat pengembangan tenaga kerja Indonesia. Sejak mengikuti Program Kerja Sama Sekolah Cina–Indonesia pada 2023, perusahaan telah melatih lebih dari 900 siswa. Saat ini, 30 siswa angkatan terbaru tengah menjalani pelatihan profesional di kantor pusat LiuGong di Tiongkok sebelum melanjutkan praktik kerja di fasilitas manufaktur Indonesia.
Pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill. Kehadiran LiuGong diharapkan memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional sekaligus menarik investasi lanjutan di sektor manufaktur alat berat dan kendaraan listrik di Indonesia.
Fasilitas tersebut juga akan mengadopsi teknologi manufaktur pintar seperti Automated Guided Vehicle (AGV), Rail Guided Vehicle (RGV), dan Manufacturing Execution System (MES) untuk mendukung digitalisasi proses produksi dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan investasi tersebut, LiuGong menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat manufaktur global untuk alat berat elektrik sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar internasional.























