Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Produsen Prochiz Raih Penjualan Rp1,5 Triliun, Ditopang Segmen Keju Blok

Produsen Prochiz Raih Penjualan Rp1,5 Triliun, Ditopang Segmen Keju Blok
Keju Prochiz. (Dok. KEJU)
Intinya Sih
  • PT Mulia Boga Raya membukukan penjualan Rp1,5 triliun sepanjang 2025, sementara laba bersih tumbuh 22 persen.
  • Pada kuartal I 2026, penjualan bersih naik 29 persen menjadi Rp475,54 miliar dan laba periode berjalan mencapai Rp55,6 miliar, meski biaya produksi meningkat.
  • Keju blok menyumbang 77,7 persen penjualan dan tumbuh 25,6 persen; perusahaan mengandalkan distribusi, inovasi, serta loyalitas konsumen termasuk usaha rumahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNEPT Mulia Boga Raya Tbk (MBR), produsen keju Prochiz sekaligus anak usaha PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, mencatat pertumbuhan penjualan dan laba sepanjang 2025 yang berlanjut hingga kuartal I 2026. Perseroan menilai penguatan distribusi, inovasi produk, serta upaya menjaga loyalitas konsumen menjadi faktor yang menopang kinerja tersebut. 

Sepanjang 2025, MBR membukukan penjualan sebesar Rp1,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 22 persen. Capaian berlanjut pada kuartal I 2026 dengan penjualan bersih mencapai Rp475,54 miliar atau naik sekitar 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba periode berjalan juga meningkat menjadi Rp55,6 miliar.

Di tengah kenaikan biaya produksi yang masih membayangi, manajemen menyatakan operasional perusahaan tetap berjalan kuat. Kondisi tersebut didukung oleh permintaan pasar yang relatif stabil serta berbagai langkah peningkatan efisiensi. Perseroan juga berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan pengendalian biaya agar margin keuntungan tetap terjaga. 

Kontributor terbesar masih berasal dari segmen keju blok yang menyumbang 77,7 persen terhadap total penjualan dan tumbuh 25,6 persen secara tahunan. Sementara itu, segmen keju lembaran mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 38,5 persen, didorong permintaan dari rumah tangga maupun pelaku usaha makanan (food service).

Kinerja tersebut melanjutkan tren pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, laba bersih MBR melonjak 83 persen secara tahunan menjadi Rp147 miliar, mencerminkan peningkatan permintaan produk keju olahan di pasar domestik.

Perseroan menilai salah satu faktor yang menopang pertumbuhan bisnis adalah kedekatan dengan konsumen, termasuk pelaku usaha mikro yang menggunakan produk Prochiz sebagai bahan baku usaha sehari-hari.

Direktur Utama MBR, Dede Patmawidjaja, mengatakan pelanggan setia Prochiz banyak berasal dari pelaku usaha rumahan yang memanfaatkan produk perusahaan dalam aktivitas usahanya. Menurutnya, menjaga hubungan jangka panjang dengan konsumen menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri keju olahan.

Menurut Dede, sebagai bagian dari strategi memperkuat loyalitas pelanggan, MBR juga menjalankan program apresiasi konsumen Berkah Fantaschiz Prochiz Vol. 3 yang berlangsung pada Januari-Mei 2026. Program tersebut ditutup dengan penyerahan hadiah utama berupa satu unit Toyota New Calya kepada Muhammad Erlang Athallah, putra seorang penjual risol asal Madiun.

"Ini mengingatkan kami bahwa loyalitas konsumen Prochiz sesungguhnya terlahir dari dapur-dapur kecil dan usaha rumahan yang terus bergerak setiap hari," ujarnya, dalam keterangan resmi, Kamis (30/7).

Saat ini Prochiz memiliki sejumlah lini produk, antara lain Prochiz Cheddar, Prochiz Gold, Prochiz Spready, Prochiz Quick Melt, Prochiz Cheddar Royale, Prochiz Mozzarella, Prochiz Mayo, serta merek Top Chiz. Perusahaan menilai kombinasi inovasi produk dan jaringan distribusi menjadi faktor penting dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri keju olahan Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More