Pakuwon Jati (PWON) Bukukan Marketing Sales Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025

- Pakuwon Jati (PWON) mencatat marketing sales Rp1,3 triliun sepanjang 2025, didominasi penjualan apartemen di Pakuwon Mall Surabaya dan Pakuwon Residences Bekasi.
- Pendapatan bersih PWON naik tujuh persen menjadi Rp7,11 triliun, ditopang peningkatan pendapatan ritel 14 persen dan bisnis perhotelan dua persen secara tahunan.
- Laba bersih tumbuh 14 persen menjadi Rp2,76 triliun berkat eksekusi disiplin serta kontribusi proyek-proyek seperti Superblok Pakuwon Mall Bekasi dan pengembangan tahap lanjut di Surabaya.
Jakarta, FORTUNE - Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan marketing sales sebesar Rp1,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja penjualan perseroan sebagian besar ditopang dari penjualan unit apartement dan rumah tapak.
PWON mengembangkan sejumlah properti seperti di Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon Residences Bekasi, serta proyek rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township.
Corporate Secretary PWON, Minarto Basuki, mengatakan berdasrkan segmen, penjualan condominium dan office berkontribusi 62 persen terhadap marketing sales PWON, diikuti landed houses sebesar 58 persen.
"Sekitar 63 persen dari total marketing sales perseroan berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak triwulan 4 tahun 2023," ujarnya dalam siaran pers," Senin (30/3).
Dengan marketing sales yang solid, emiten properrti ini membukukan pendapatan bersih mencapai Rp7,11 triliun atau meningkat tujuh persen secara tahunan. Minarti mengatakan, pertumbuhan pendapatan bersih didukung oleh pendapatan berulang yang terdiri segmen pusat perbelanjaan ritel yang meningkat 14 persen secara tahunan menjadi Rp3,93 triliun.
Sementara itu, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp273 miliar, turun 26 persen dari Rp369 miliar pada tahun sebelumnya, diikuti pendapatan dari bisnis perhotelan mencapai Rp1,42 triliun, meningkat 2 persen secara tahunan. Development revenue relatif stabil, dari Rp 1,48 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 1,49 triliun.
Pertumbuhan penjualan yang terdiversifikasi ini kemudian mendorong laba kotor sebesar Rp3,94 triliun, naik lima persen dibandingkan Rp3,77 triliun pada tahun sebelumnya.
PWON mencatat EBITDA Rp3,71 triliun, tumbuh tiga persen secara tahunan. Sedangkan, laba bersih perseroan tumbuh 14 persen dari Rp2,42 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp2,76 triliun.
"Ini mencerminkan disiplin eksekusi serta kemampuan perseroan dalam terus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus membangun legacy jangka panjang," katanya.
Pada tahun lalu, Pakuwon Jati merealisasikan Rp1,21 triliun yang digunakan untuk membiayai proyek Superblok Pakuwon Mall Bekasi Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3 dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.


















