Fokus Renovasi Outlet, Emiten Pizza Hut Anggarkan Capex Rp100 Miliar

- PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) mengalokasikan capex Rp100 miliar tahun ini untuk renovasi 60–70 outlet Pizza Hut yang sempat tertunda selama pandemi, dengan pembukaan lima gerai baru secara selektif.
- Fokus renovasi dilakukan di tengah kondisi bisnis menantang akibat tekanan nilai tukar rupiah, namun perusahaan tetap optimistis dapat meningkatkan profitabilitas sepanjang tahun berjalan.
- PZZA mencatat penjualan kuartal I 2026 sebesar Rp727 miliar tumbuh 2,8 persen YoY, dengan laba bersih melonjak 1.306 persen menjadi Rp6 miliar berkat efisiensi biaya dan momentum Idul Fitri.
Jakarta, FORTUNE - Emiten pengelola restoran Pizza Hut, PHD dan Ristorante, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menganggarkan belanja modal (capex) Rp100 miliar sepanjang tahun ini. Capex tersebut untuk memperkuat kualitas jaringan gerai melalui renovasi outlet
Direktur Keuangan Sarimelati Kencana, Jeo Sasanto mengatakan, perusahaan akan lebih berfokus merenovasi gerai dibanding ekspansi agresif pembukaan toko baru.
Dana tersebut sebagian besar akan digunakan untuk renovasi 60-70 outlet yang sebelumnya sempat tertunda selama pandemi Covid-19. Meski begitu, hingga akhir tahun perusahaan juga menargetkan pembukaan lima outlet baru di lokasi dipilih secara selektif dan di daerah yang dinilai potensial.
“Kami hanya akan buka di daerah-daerah yang potensial. Tahun ini lebih banyak fokus renovasi karena saat Covid banyak yang tertunda,” ujarnya kepada Fortune Indonesia, Rabu (20/5).
Ekspansi yang berhati-hati ini dilakukan di tengah kondisi bisnis yang masih menantang, terutama akibat tekanan nilai tukar rupiah. Meski demikian, perusahaan optimistis dapat meningkatkan profitabilitas pada tahun ini.
Dari sisi pendapatan, perusahaan menargetkan Rp3,2 triliun, naik dibanding pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp3,05 triliun.
Perusahaan mencatatkan perbaikan kinerja yang konsisten dengan membukukan laba selama enam kuartal berturut-turut, membalikkan posisi sebelumnya yang mencatat kerugian.
Pada kuartal I 2026, PZZA mencatat penjualan Rp727 Miliar atau tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terdorong momentum Hari Raya Idul Fitri di tengah situasi makroekonomi yang semakin menantang.
Dari sisi laba bruto perseroan tercatat Rp520 miliar dengan margin laba bruto sebesar 71,6 persen, tumbuh 5,2 persen secara tahunan (YoY). Sedangkan pada pos laba operasional sebesar Rp14 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya dipicu program pengendalian biaya secara ketat dan konsisten.
Alhasil, laba bersih PZZA naik signifikan 1.306 persen menjadi Rp6 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp0,4 miliar.
















