GoTo Hapus Langganan GoRide Hemat Driver, Berlakukan Potongan 8%

- GOTO resmi menghapus program langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi sebagai respons terhadap Perpres No. 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi online.
- Setelah evaluasi tiga bulan, Gojek menilai skema langganan perlu keseimbangan baru dan akan menerapkan sistem bagi hasil 92% untuk pengemudi serta potongan komisi perusahaan sebesar 8%.
- Hans Patuwo menyebut perubahan ini bisa menurunkan pendapatan GoRide, namun Gojek tetap optimistis menjaga stabilitas lewat kekuatan ekosistem dan berbagai program dukungan bagi mitra.
Jakarta, FORTUNE - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menghapus program langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi Gojek, sebagai salah satu respons terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026.
Program langganan tersebut beberapa kali menuai kritik dari warganet dan juga mitra. Perseroan menyebut, program itu diuji coba sejak November 2025, lalu diperluas sejak Februari 2026.
"Setelah berjalan tiga bulan dan kajian menyeluruh, perusahaan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi," tulis Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo dalam pernyataan resmi, dikutip Rabu (20/5).
Gojek menyatakan bakal segera menyetop program langganan itu efektif dalam waktu dekat. Menyusul rencana itu, GoRide Hemat pun akan mengikuti sistem bagi hasil seperti GoRide reguler sesuai Perpres No. 27/2026. Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen secara moderat pada GoRide Hemat.
Sebagai konteks, kebijakan dalam aturan tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online itu menetapkan skema bagi hasil 92 persen untuk mitra pengemudi dari setiap perjalanan layanan roda dua (atau GoRide untuk Gojek). Dus, perusahaan tak lagi akan menerima potongan komisi sebesar 20 persen, tetapi 8 persen.
Hans mengatakan, perubahan skema bagi hasil pada layanan GoRide tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide. Namun demikian, ia menyatakan, kekuatan ekosistem memberikan fondasi bagi Gojek untuk terus bertumbuh.
Dengan kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, ia meyakini Gojek dapat melakukan penyesuaian dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo.
"Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk layanan GoRide reguler. Kami berharap dengan penyesuaian ini, jumlah order dari konsumen akan tetap stabil hingga pada akhirnya pendapatan total bagi mitra pengemudi juga bisa lebih baik," ujar Hans.
Selain dua langkah tersebut, Gojek juga akan melanjutkan program-program untuk mitra, seperti Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, umroh gratis, bursa kerja mitra Gojek, dan cek kesehatan gratis.
Untuk saat ini, GOTO masih berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh arahan lebih lanjut tentang detail ketentuan dalam perpres itu. Ke depan, perseroan akan menyampaikan perkembangan dan langkah implementasi yang harus dilakukan kepada seluruh pemangku kepentingan.
















