Kopi Sejuta Jiwa Kini Jadi Pilar Bisnis JIWA Group dengan 1.500 Gerobak

JIWA Group meluncurkan Kopi Sejuta Jiwa sebagai pilar bisnis baru untuk menjangkau pasar kopi gerobakan yang lebih luas dan terjangkau di tengah persaingan industri kopi.
Dalam tiga tahun, Kopi Sejuta Jiwa berkembang dari 20 menjadi sekitar 1.500 gerobak di berbagai kota besar, dengan penjualan lebih dari 6 juta gelas minuman.
Model bisnis mobile coffee cart ini juga membuka lapangan kerja bagi sekitar 1.500 joki dan barista, dengan target penambahan hingga 2.000 tenaga baru setiap tahun.
Jakarta, FORTUNE - Di tengah rimba persaingan industri kopi yang kian sesak, JIWA Group turun ke jalan. Melalui bendera Kopi Sejuta Jiwa, perusahaan itu merambah segmen mobile coffee cart atau kopi gerobakan. Strategi tersebut diambil bukan hanya untuk memperkuat penetrasi, tapi upaya menguasai ceruk pasar yang haus akan aksesibilitas dan harga lebih terjangkau.
Nakhoda JIWA Group, Billy Kurniawan, menyatakan kehadiran Kopi Sejuta Jiwa bukan sekadar pendekatan sampingan demi mendongkrak popularitas merek Janji Jiwa. Lebih dari itu, lini ini diposisikan sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan perusahaan.
“Ini tiga business unit jadi pillar of growth kami. Bukan hanya mendukung portofolio lain, tetapi masing-masing berdiri sendiri dan punya growth line masing-masing,” kata Billy di Jakarta, Rabu (13/5).
Saat ini, grup tersebut mengoperasikan tiga lini utama: Janji Jiwa, Janji Jiwa Culture, dan Kopi Sejuta Jiwa—ketiganya menyasar kasta pasar yang berbeda.
Strategi ini lahir dari pembacaan perusahaan terhadap karakteristik konsumen lokal. Billy memandang pasar ritel Tanah Air tidak lagi bisa dipandang sebagai satu entitas seragam. Perbedaan daya beli menuntut perusahaan menghadirkan konsep lebih presisi.
Kopi Sejuta Jiwa pun hadir sebagai jawaban bagi mereka yang menginginkan produk berkualitas, namun tetap ramah di kantong, dengan banderol Rp8.000 hingga Rp14.000 per gelas.
Fenomena pascapandemi turut mengubah peta permainan. Jika dahulu layanan pengiriman menjadi primadona, kini kebutuhan akan produk yang cepat dan mudah dijangkau menjadi hal menentukan.
“Konsumen sekarang penginnya cepat dan accessible. [Kopi Sejuta Jiwa] menghadirkan produk dan accessibility untuk konsumen kami,” katanya.
Angka-angka bicara lebih keras dari sekadar teori. Memulai debut sebagai proyek percontohan dengan hanya 20 gerobak pada 2023, model bisnis ini kemudian melesat.
Hingga 2026, jumlah gerobak yang beroperasi telah mencapai 1.500, tersebar mulai dari Jabodetabek hingga Surabaya. Prestasi ini kian mentereng dengan catatan penjualan melampaui 6 juta gelas.
Di sisi lain, ekspansi ini membawa misi sosial. Dengan 1.500 rider yang terlibat saat ini, JIWA Group menargetkan penambahan hingga 2.000 joki baru setiap tahunnya.


















