Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Ambisi BTN Menjaring Cuan di Gerbang Pelesir Bali

Ambisi BTN Menjaring Cuan di Gerbang Pelesir Bali
Suasana Desa Wisata Penglipuran. (Unsplash.com/Ruben Hutabarat)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • BTN dan MKP berkolaborasi mendigitalisasi pariwisata Bali lewat sistem ticketing terintegrasi serta layanan keuangan digital di destinasi dan pelabuhan wisata.

  • Kolaborasi ini menargetkan potensi transaksi sekitar Rp280 miliar per tahun, fee based income hingga Rp19 miliar, serta pertumbuhan 600.000 nasabah baru BTN.

  • Integrasi layanan ini mendukung ekosistem pariwisata Bali yang mencatat 16,3 juta kunjungan dengan devisa Rp176 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah memperkokoh pijakannya pada sektor pariwisata. Tak sekadar menyalurkan kredit, bank yang identik dengan pembiayaan hunian itu kini merambah digitalisasi pelabuhan dan destinasi wisata di Bali. Lewat kolaborasi bersama PT Mitra Kasih Perkasa (MKP), BTN mencoba mengintegrasikan sistem tiket dengan layanan keuangan dalam satu genggaman digital.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan kerja sama ini adalah bagian dari strategi memperluas ekosistem.

"Bale by BTN kami dorong menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat," kata Nixon dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (13/5).

Bukan tanpa alasan BTN menggandeng MKP. Perusahaan teknologi ini memegang posisi kunci di gerbang-gerbang masuk pelancong. Sebut saja Pelabuhan Matahari Terbit Sanur yang saban tahun disinggahi 1,25 juta orang, hingga Desa Wisata Penglipuran yang menyerap 724.000 wisatawan.

Peta kekuatan MKP kian nyata di titik-titik penting lainnya: Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida (465.000 pengunjung), Serangan di Denpasar (284.000), hingga lintasan sunyi di Bias Munjul, Nusa Ceningan. Secara total, trafik di ekosistem MKP menembus angka 4 juta orang dengan perputaran uang melampaui Rp200 miliar per tahun.

BTN melihat celah lebar di sana.

"Kami mengincar potensi volume transaksi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp280 miliar per tahun," kata Nixon.

Tak hanya itu, target tambahan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) dipatok Rp19 miliar, dengan harapan mampu menjaring 600.000 nasabah baru.

Potensi ini kian masuk akal jika menilik rapor pariwisata Bali. Data Kementerian Pariwisata pada 2025 menunjukkan kunjungan wisatawan menyentuh 16,3 juta orang dengan sumbangan devisa Rp176 triliun.

Di sinilah BTN ingin hadir di sepanjang customer journey para pelancong. CEO & Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, menyebut kolaborasi ini sebagai jembatan yang menghubungkan ticketing, pembayaran, hingga pengelolaan data dalam satu infrastruktur.

"Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh perjalanan terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, hingga transaksi di area destinasi," ujar Nicholas.

Sebelumnya, BTN dan MKP telah menjalankan proyek pemesanan tiket di kawasan wisata Ancol hingga digitalisasi sistem pembayaran INKOPPAS. Kini, dengan status MKP sebagai perusahaan teknologi pertama yang terverifikasi Kementerian Perhubungan lewat SE DJPL Nomor 33 Tahun 2023, integrasi e-ticketing di pelayaran penumpang Bali menjadi pertaruhan baru.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More