Fokus ke Bisnis Inti, Porsche PHK 500 Karyawan dan Tutup 3 Anak Usaha

- Porsche melakukan PHK lebih dari 500 karyawan dan menutup tiga anak usaha untuk fokus pada bisnis inti di tengah restrukturisasi besar perusahaan.
- Laba operasional Porsche anjlok tajam akibat kerugian strategi kendaraan listrik, penurunan penjualan di Cina, serta tarif impor baru di AS yang memicu kejatuhan sahamnya.
- Krisis finansial membuat Porsche mengubah arah strategi elektrifikasi dengan menunda peluncuran beberapa model EV dan kembali mempertimbangkan opsi hybrid maupun mesin konvensional.
Jakarta, FORTUNE β Perusahaan mobil sport asal Jerman, Porsche AG, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 500 orang setelah menghentikan operasional tiga anak usahanya demi kembali fokus pada bisnis inti perusahaan.
Cellforce Group GmbH, Porsche eBike Performance GmbH, dan Cetitec GmbH adalah tiga anak perusahaan yang akan ditutup Porsche sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis.
CEO Porsche, Michael Leiters menyatakan perusahaan harus kembali memusatkan perhatian pada bisnis utamanya agar transformasi strategi perusahaan dapat berjalan sukses.
βPorsche harus kembali fokus pada bisnis inti. Ini merupakan fondasi penting untuk penataan ulang strategi perusahaan yang sukses,β ujar Leiters dalam pernyataannya dikutip dari Reuters, Senin (5/5).
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut memaksa perusahaan mengambil keputusan sulit, termasuk memangkas anak usaha dan tenaga kerja.
Langkah efisiensi ini dilakukan setelah laba Porsche terus melemah pada kuartal pertama 2026. Perusahaan tengah memperketat penghematan biaya di tengah tekanan tarif impor, gejolak geopolitik global, dan keterbatasan lini produk.
Sementara itu, The Auto Wire menuliskan Porsche tengah menghadapi tekanan finansial terbesar dalam sejarah modern perusahaan. Pada 2025, laba operasional Porsche turun drastis menjadi 413 juta euro dari sebelumnya 5,64 miliar euro pada tahun sebelumnya.
Penurunan tajam tersebut dipicu berbagai faktor, termasuk pencatatan kerugian senilai 3,9 miliar euro akibat perubahan strategi kendaraan listrik (EV), melemahnya penjualan di Cina, serta tarif impor baru di Amerika Serikat.
Kondisi tersebut langsung memukul pasar. Saham Porsche merosot lebih dari 30 persen dan membuat perusahaan akhirnya terdepak dari indeks bergengsi DAX di Jerman.
Tekanan finansial kini mulai berdampak langsung pada tenaga kerja. Porsche sebelumnya telah melakukan PHK terhadap sekitar 2.000 pekerja kontrak dan mengumumkan rencana pengurangan 3.900 posisi hingga 2030. Kini, manajemen memberi sinyal kemungkinan pemangkasan lebih besar.
Dengan jumlah karyawan sekitar 40.000 orang, lebih dari 10 persen tenaga kerja Porsche berpotensi terdampak restrukturisasi tersebut. Langkah ini juga menjadi bagian dari program efisiensi induk usaha Volkswagen Group yang berencana memangkas sekitar 50.000 pekerjaan di Jerman.
Manajemen menyebut restrukturisasi dilakukan untuk mengurangi birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan di tengah kondisi industri yang semakin menantang.
Mundur dari Strategi Agresif Mobil Listrik
Krisis ini juga memicu perubahan besar dalam strategi elektrifikasi Porsche. Setelah sebelumnya agresif mendorong kendaraan listrik, perusahaan kini mulai mengurangi ambisinya.
Beberapa model EV utama mengalami penundaan, termasuk versi listrik Porsche 718 Boxster dan Porsche 718 Cayman yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Sementara itu, SUV flagship terbaru Porsche, Porsche K1, juga ditunda hingga sekitar 2029 dan kemungkinan tidak lagi sepenuhnya bertenaga listrik. Opsi hybrid dan mesin pembakaran internal kembali dipertimbangkan.
Perubahan arah ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap mobil performa tinggi bermesin konvensional masih kuat dan dalam banyak kasus dinilai lebih menguntungkan dibanding kendaraan listrik penuh.


















