Scoot Buka Rute Singapura-Belitung, KEK Tanjung Kelayang Bidik Wisatawan Global

- Scoot resmi membuka rute penerbangan langsung Singapura–Belitung, menjadikan Belitung kembali melayani penerbangan internasional reguler dan memperkuat posisi pariwisata daerah.
- Kehadiran rute ini dinilai strategis untuk mendukung pengembangan KEK Tanjung Kelayang sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional dan gerbang devisa Indonesia.
- Konektivitas udara internasional diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan wisatawan, investasi, UMKM, serta penciptaan lapangan kerja baru.
Jakarta, FORTUNE - Maskapai asal Singapura, Scoot, membuka rute langsung Singapura–Belitung. Kehadiran rute tersebut akan memperkuat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang.
Dengan demikian, wisatawan asing yang tiba di bandara dapat langsung terhubung ke kawasan wisata dan investasi di KEK tersebut.
Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu menjelaskan bahwa maskapai berbiaya rendah (LCC) di bawah grup Singapore Airlines itu bakal melayani penerbangan dua kali dalam sepekan. Adanya konektivitas internasional merupakan faktor strategis dalam mendorong pertumbuhan destinasi pariwisata berkualitas.
"Hari ini, satu per satu masa depan pariwisata yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja mulai terwujud," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5).
Sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Prioritas nasional, KEK Tanjung Kelayang yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 terus didorong menjadi gerbang devisa pariwisata Indonesia. Kawasan tersebut dikembangkan untuk memperkuat konektivitas internasional sekaligus menarik arus wisatawan mancanegara.
Menurutnya, kembalinya penerbangan internasional ke Belitung menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas sekaligus mempercepat akselerasi ekonomi daerah menuju pasar global.
KEK Tanjung Kelayang diharapkan mampu menjadi gerbang wisata internasional berkualitas yang memberikan dampak ekonomi luas, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, perputaran devisa, pertumbuhan UMKM, hingga pembukaan lapangan kerja dan peluang usaha baru.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bambang Wijanarko, menambahkan konektivitas internasional merupakan faktor strategis dalam mendorong pertumbuhan destinasi pariwisata berkualitas.
"Aksesibilitas udara yang baik mampu meningkatkan lalu lintas wisata sehingga diharapkan dapat memperkuat daya saing kawasan, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat," ujarnya.

















