Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 M

Jakarta, FORTUNE - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) resmi mengirimkan ekspor perdana produk yogurt ke Vietnam, menandai langkah baru perseroan dalam memperluas penetrasi pasar internasional.
Pengiriman awal tersebut dilakukan melalui dua kontainer produk yogurt dengan nilai mencapai US$65 ribu atau sekitar Rp1,13 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai langkah Cimory menunjukkan produk olahan susu Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global.
"Langkah ini semakin meneguhkan posisi dan daya saing produk yogurt nasional di pasar Vietnam dan Asia," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5).
Ekspor ini juga mencerminkan tren positif industri produk susu nasional. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai ekspor dairy products Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$71,68 juta, dengan pertumbuhan rata-rata 2,35 persen selama periode 2021–2025.
Pertumbuhan yang lebih agresif terjadi pada awal tahun ini. Pada Januari-Februari 2026, ekspor produk olahan susu tercatat sebesar US$14,81 juta atau melonjak 63,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus untuk komoditas yogurt, nilai ekspor Indonesia ke pasar global mencapai US$1,45 juta, meningkat 50,30 persen secara tahunan.
Manufacturer Director PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengiriman perdana tersebut.
Menurutnya, ekspor ke Vietnam menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kontribusi industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
"Pelepasan ekspor perdana ke Vietnam hari ini merupakan komitmen kami untuk memperkuat ekspansi ke pasar internasional. Kami optimistis, seiring dengan penerimaan konsumen dan pertumbuhan pasar, permintaan terhadap produk yogurt Indonesia akan terus meningkat," kata Pamungkas.
Masuknya Cimory ke pasar Vietnam juga memperlihatkan semakin besarnya peluang produk makanan dan minuman Indonesia di kawasan Asia Tenggara, terutama di tengah meningkatnya permintaan produk dairy dan gaya hidup sehat di kawasan tersebut.

















