Permintaan Lesu, Honda Tunda Bangun Pabrik Mobil Listrik di Kanada

- Honda menunda pembangunan pabrik mobil listrik di Kanada karena permintaan EV di Amerika Serikat melambat.
- Perusahaan kini meninjau ulang strategi bisnisnya dengan mengalihkan fokus dari kendaraan listrik murni ke mobil hybrid yang lebih stabil permintaannya.
- Kebijakan penghapusan insentif pajak EV di AS membuat beberapa produsen, termasuk Nissan, mengevaluasi ulang rencana produksi kendaraan listrik mereka.
Jakarta, FORTUNE – Honda Motor Co menunda pembangunan pabrik EV di Kanada. Langkah ini dilakukan seiring melambatnya permintaan mobil listrik di pasar Amerika Serikat, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Dilansir dari The Japan Times, produsen otomotif asal Jepang itu kini dikabarkan sedang meninjau ulang strategi bisnisnya di Amerika Utara dengan mengalihkan fokus dari kendaraan listrik murni ke mobil hybrid yang dinilai masih memiliki permintaan lebih stabil.
Sebelumnya, Honda berencana mulai mengoperasikan pabrik perakitan EV dan baterai di Ontario, Kanada bagian timur, pada 2028. Proyek tersebut diperkirakan menelan investasi sekitar 15 miliar dolar Kanada atau setara ¥1,7 triliun.
Namun pada Mei tahun lalu, Honda telah lebih dulu mengumumkan penundaan proyek selama sekitar dua tahun akibat melemahnya permintaan EV di Amerika Serikat. Perusahaan bahkan disebut telah menyelesaikan pembebasan lahan dan sejumlah persiapan awal proyek.
Perubahan strategi juga terjadi di industri otomotif Jepang lainnya. Nissan Motor Co. pekan lalu mengumumkan pembatalan rencana produksi kendaraan listrik di salah satu pabriknya di Amerika Serikat.
Sumber industri menyebutkan sejumlah produsen mobil kini terpaksa mengevaluasi ulang strategi kendaraan listrik mereka setelah pemerintah AS menghapus insentif pajak untuk EV. Kebijakan tersebut dinilai mengurangi daya tarik kendaraan listrik di tengah perlambatan permintaan pasar.

















