MDLA Tebar Dividen dan Angkat Direktur Utama Baru

- PT Medela Potentia Tbk (MDLA) membagikan dividen tunai Rp176,56 miliar atau Rp12,6 per saham, meningkat 28,5% dari tahun sebelumnya dengan rasio pembagian 45% dari laba bersih.
- RUPS menyetujui pengangkatan Juliwaty sebagai Direktur Utama menggantikan Krestijanto Pandji, menandai transisi kepemimpinan untuk memperkuat fondasi organisasi dan akselerasi strategi bisnis berkelanjutan.
- MDLA mencatat pertumbuhan pendapatan 3,4% dan laba naik 7,4% pada kuartal I 2026, didorong penjualan farmasi serta efisiensi operasional, sambil memperluas infrastruktur distribusi dan kemitraan alat kesehatan global.
Jakarta, FORTUNE - Emiten distributor farmasi dan alat kesehatan, PT Medela Potentia Tbk (MDLA) sepakat membagikan dividen tahun buku 2025, mengangkat direksi baru dan melakukan sejumlah strategi bisnis untuk menopang pertumbuhan tahun ini. Hal itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar Selasa, 12 Mei 2026.
RUPS menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp176,56 miliar atau setara dengan Rp12,6 per saham.
Sekretaris Perusahaan Wimala Widjaja, mengatakan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham secara konsisten sejak perseroan menjadi perusahaan terbuka.
Pada tahun sebelumnya, perseroan membagikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih, sementara pada tahun buku 2025, perseroan meningkatkan rasio pembagian dividen menjadi 45 persen dari laba bersih.
“Perseroan mempertahankan dividen reguler sebesar 40 persen dari laba bersih, sekaligus menambahkan dividen tambahan sebesar 5 persen. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp12,6 per saham, meningkat 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.” ujar Wimala dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).
Berikut jadwal pembagian dividen tunai:
· Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 22 Mei 2026
· Cum Dividen di Pasar Tunai: 26 Mei 2026
· Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 25 Mei 2026
· Ex Dividen di Pasar Tunai: 29 Mei 2026
· Recording Date: 26 Mei 2026
· Pembayaran Dividen Tunai: 17 Juni 2026
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Krestijanto Pandji dari jabatannya sebagai Direktur Utama.
Sebagai gantinya, RUPS mengangkat Juliwaty sebagai direktur utama perseroan. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty merupakan Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica (AAM) yang merupakan entitas anak perseroan dengan pengalaman panjang di industri kesehatan.
Perubahan susunan direksi ini diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan Perseroan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghadapi dinamika industri kesehatan.
Transisi kepemimpinan ini merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam menjaga kesinambungan kinerja dan memperkuat arah pertumbuhan jangka panjang. “Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi organisasi serta mendorong akselerasi strategi bisnis perseroan secara berkelanjutan,” ujar Wimala.
Berikut susunan direksi dan dewan komisaris perseroan pasca pengangkatan:
Direksi:
· Direktur Utama: Juliwaty
· Direktur: Wimala Widjaja
· Direktur: Edbert Orotodan
Dewan Komisaris:
· Komisaris Utama: Stanley Ch. Budihardja
· Komisaris Independen: Lukas Setia Atmaja,
Strategi Pertumbuhan
Sejalan dengan strategi pertumbuhan bisnis ke depan, MDLA menyatakan memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan infrastruktur distribusi nasional, termasuk rencana peresmian gedung dan gudang baru cabang PT Anugrah Argon Medica di Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian strategi meningkatkan jangkauan layanan distribusi farmasi di wilayah barat Indonesia.
Perseroan telah merealisasikan penambahan tiga prinsipal baru pada kuartal I 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio dan memperkuat daya saing perusahaan.
Ke depan, MDLA akan terus mengeksplorasi peluang penambahan prinsipal baru secara selektif dan berkelanjutan guna memperluas cakupan produk, memperkuat kemitraan strategis, serta mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dalam pengembangan bisnis alat kesehatan, MDLA tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan alat kesehatan global untuk mendiversifikasi bisnis sekaligus meningkatkan nilai tambah portofolio.
Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana, menyampaikan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Harris.
Sepanjang kuartal I 2026 MDLA mencatat pertumbuhan pendapatan 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mendorong laba periode berjalan naik 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Pertumbuhan pendapatan dan peningkatan laba tersebut terdorong oleh kinerja penjualan produk farmasi dan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, MDLA mengantongi penjualan neto Rp4,03 triliun hingga 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan Rp3,9 triliun yang dicatatkan pada kuartal I 2025.
Penjualan produk farmasi menjadi kontributor utama dengan kontribusi Rp3,26 triliun, lebih tinggi dari Rp2,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu penjualan alat kesehatan mengkontribusikan Rp394,5 miliar, dan produk kesehatan Rp380,2 miliar.
Perseroan juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan operasional. Pada aspek lingkungan, Perseroan mulai menggunakan armada mobil listrik untuk kegiatan distribusi farmasi, melanjutkan inisiatif sebelumnya melalui pengoperasian 106 unit motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.


















